Sering kali kita menghadapi pergumulan yang sangat berat. Pada saat – saat itu kita merasa kita adalah orang yang paling menderita di muka bumi ini. Gak ada yang lebih mendertia dari pada kita. Kita merasa gak ada lagi orang yang bisa bantu kita, kita merasa gak ada yang peduli tentang kita dan masalah kita, termasuk Tuhan. Tuhan juga seakan gak peduli sama kita. Benarkah itu?

Mari kita belajar melihat “diri kita dan pergumulan kita” dari sudut pandang orang lain dan dari sudut pandang Firman Tuhan.

Pada saat kita mengalami pergumulan yang sangat berat, yang menjadi fokus kita hanya “diri” kita dan “pergumulan kita”. Yang ada dipikiran kita hanya itu saja. Mungkin masalah itu sebenarnya tidak sebesar dan sesulit seolah dunia akan kiamat. Maka orang lain pun beranggapan itu hanya masalah biasa. Bukan karena mereka gak peduli, hanya saja kita yang terlalu melebih – lebihkan.

Anggap saja keluarga, saudara, teman, sahabat dan seluruh dunia benar tidak peduli akan Kita dan pergumulan kita, anggap saja demikian. Lalu apakah Tuhan juga gak peduli? Karena kita terlalu fokus pada “masalah” yang dihadapi, kita mengangga kita sangat menderita, kita merasa seolah merasa ditinggalkan Tuhan sendiri. Padahal Ia tidak pernah meninggalkan kita.Kita yang meninggalkan Dia, kita lupa akan Dia, pada janjiNya, pada iman kita kepadaNya, lupa kepada semua rencanaNya, lupa kepada FirmanNya, lupa kepada segala hal ajaib. Kita lupa akan semua pertolongan yang pernah Ia beri di masa lalu. Karena “kita lupa, kita merasa Ia tidak ada untuk kita.

Mengapa Tuhan membiarkan kita menderita? Ia mau kita belajar. Tuhan ingin kitabelajar menanggalkan semua “kehebatan” kita dan berserah hanya kepadaNya.

Yoh 11: 15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu. Supaya kamu dapat belajar percaya. marilah kita pergi sekarang kepadanya.

I Tes 3 : 3 Supaya jangan ada yang goyang imannya karena kesusahan – kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.

II Kor 12:10 Karena itu aku senang dan rela dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Ya, Tuhan itu gak pernah merancang sesuatu yang buruk untuk kita. Ia hanya ingin kita dimurnikan seperti emas. Ia hanya ingin menguji hati kita. Apakah kita sungguh – sungguh berserah kepadaNya, atau kita hanya mau mengandalkan kekuatan manusia kita saja.

Amsal 21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Tuhan punya rencananya sendiri atas hidup kita. kita gak tahu apa rencananya, yang jelas rencananya adalah rencana yang indah dan bukan rancangan kecelakaan. Tuhan ingin memurnikan hati kita menjadi murni seperti emas.

Yesaya 60 : 15 sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak disinggahi seorang pun, sekarang aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun – temurun.

Yesaya 60:17 Sebagai ganti tembaga, Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga dan sebagai ganti batu,besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu.

Yesaya 60 : 19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari, dan cahaya bulan tidak lagi memberikan terang pada malam hari, tetapi Tuhan akan menjadi penerang abadimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.

Yesaya 60 : 22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, Tuhan akan melaksanakan dengan segera pada waktunya.

Jadi, jangan pernah takut – takut mempercayai Janji Tuhan, dan jangan pernah ragu – ragu mengikuti jalanNya. JanjiNya tak pernah berubah.

Jesus Bless you