Sekarang zaman dah berkembang pesat sekali. Dimana – mana dikomputerisasi, dari masalah kantor hingga toko traditional pembukuan mulai pake computer. Dari urusan kerjaan, pabrik – pabrik pake computer. Sampe ke rumah, buka gerbang otomatis, tinggal pake suara “buka”, langsung kebuka. Mo idupin lampu? Tinggal tepok tangan, blez, idup d tu lampu. Urusan masak, kompor pake teknologi computer. Hingga kamar mandi pun ada teknologi komputernya, ‘pup’ yg bersihin robot computer (upssss! couly).
Ilmu pengetahuan dan teknologi terussssssss berkembang. Efeknya apa? Manusia jadi lebih percaya sama IPTEK dibanding apapun. Manusia hanya percaya pada dirinya sendiri. Liat aja, zaman sekarang semua harus serba item di atas putih (bakpao isi kacang item kaleeeee). Manusia gk percaya lagi sama sesamanya, apalagi ama Tuhan!
Ada yang bilang ( mungkin banyak ) mukjizat itu gak ada. Adalagi pendapat yang bilang mukjizat itu hanya kebetulan. Yang lain berpendapat mukjizat itu IPTEK yang belum terungkap, ketika terungkap, jadilah penemuan IPTEK baru, misal penemuan lampu, dulu benda yg bersinar dianggap mukjizat, lalu sekarang dah ada lampu dimana – mana, gitu.
Masalah kepercayaan, hal – hal seperti ini sering menjadi perdebatan yang akhirnya gk berujung, gk ketemu titik temu dan nilai kebenarannya. Maka sebelum itu, saya ingin katakan, posting ini hanya untuk teman – teman yang ingin membuka pikiran dan mengetahui kebenaran, buat sharing pegalaman, ini bukan lahan debat.
Balik ke topic, percaya ato tidak, sama apa? Sama Tuhan dunk. Dengan berkembangnya IPTEK, nilai “iman” menjadi semakin tipissssssssss… Tapi saya percaya, sebagian besar teman – teman yang dikasihi Tuhan, we are living by faith not by sight, right?
Ada sebuah pendapat begini, mukjizat adalah “alat promosi” gereja, Cuma sebagai sarana agar gereja ramai, terus uang persembahan meningkat. Pendapat itu benar ato salah? Saya katakan di sini, dalam arti positif pendapat itu benar! Mukjizat yang terjadi di gereja adalah bukti, kesaksian, bahwa gereja tersebut adalah gereja yang ‘bertumbuh dan diberkati’, betul? Ada mukjizat, ada promosi, gereja ramai, banyak yang betobat! Haleluya! Terus dapet duit? Hahaha.. itu efek sampingnya, umat yang merasa diberkati karena pertobatan, mengucap syukur, kasi persembahan, kasi pesepuluhan, buat pembangunan dan pelayan gereja. Gereja buka cabang, adain acara, pelayanan ke sana ke sini, buka komsel, semakin banyak yang bertobat, haleluyah lagi! Semua zaman sekarang ini butuh duit, betul? Kata Pastor Joseph Prince, “ Berkat materi adalah kunci penting dalam kebangunan rohani!” Kenapa? Kembali lagi, orang zaman sekarang ingin bukti dulu, baru percaya, Mereka ingin lebih dulu melihat dan kemudian mereka akan berkata, “Allah sungguh baik.”
Sekarang dalam arti negative, gereja menjual mukjizat supaya mengangkat nama gerejanya, nama pendetanya, nama pembicaranya, biar tenar, jadi seleb, biar yang datang ramai dengan ‘tujuan utama’ justru mencari uang, bisnis gitu, bahkan sampe ada bukunya tentang bisnis dalam gereja. Terus ada lagi pendapat supaya tenar, mukjizat gk ada sampe di-ada-adain, alis pura – pura.
Nah, klo begini siapa bisa menjelaskan? Pertama, kita liat dulu, yang berpendapat demikian setidaknya adalah orang yang punya jiwa dan perspective bisnis yang tinggi, betul? Nah, sekarang buat yang berpendapat demikian, jika anda melihat peluang bisnis yang besar di sini, jangan lewatkan kesempatan ini, ini peluang bisbis yg besar, betul? untung gede tuh, buat papa seneng, buat mama seneng, bisa jalan – keluar negeri, beli mobil baru. hahaha…
Sebagian kita hanya melihat dari luar, terus kasi opini. Gak berani mencoba ikut langsung. Manusia itu memiliki kecerdasan yang tinggi, bisa menganalisa sesuatu dari factor – factor yang ada, kemudian menggeneralisasi, dan membuat kesimpulan, istilah kerennya ‘kira – kira’. Sisi negatifnya dari daya pikir ini adalah ‘sok tau’, ini manusiawi kok, semua manusia selalu sok tau, dan selalu ingin tau, betul? Akan tetapi, sebaiknya kita gak menjudge, menghakimi, karena kita hanya melihat dari luar. Klo ternyata mukjizat itu bener bagaimana?
Mukjizat hanya pura – pura? Yang sakit disembuhkan, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, yang tuli mendengar, dan yang bisu berteriak, haleluyah! Itu Cuma pura – pura kah? Ada di kok vcd nya. “Bisa direkayasa tuch!” Katanya gitu, nah lagi – lagi masalahnya IPTEK kan. Teknologi terlalu maju, semua bisa dibuat pura – pura. Ya udah, datang deh ke KKR nya langsung sono, pernah gak? “Males.” Lah?????!! Cuapekkkkkkkk dehhhhhh….. no comment lagi. Ibarat saya bilang siroup itu rasanya pahit, padahal saya belum pernah minum, dan disuruh minum, minimal cicip sedikit aja tetep ndak mau, dan saya terus bersikukuh bilang siroup itu pahit, padahal temen – temen yang pernah minum tu siroup tau rasanya apa? Manis tentunya. Terus gimana temen – temen mo aku ubah persepsiku klo siroup itu manis? Cuapek gak? Cuapekkkk banget. Diem aja deh, betul?
Manusia gak percaya klo gk liat langsung, tunggu mukjizat benar – benar terjadi dalam kehidupannya baru dia percaya, betul? Inget kisah Thomas murid Yesus. Tuhan dah tau manusia zaman sekarang hanya percaya apa yg dilihat (living by sight), makanya dah ada di Alkitab. Tapi bagaimana mukjizat mo terjadi klo orangnya gak percaya? Bukankah syarat utama dari mukjizat adalah iman? Eiiittt, tunggu dulu, Tuhan punya jalanNya sendiri. Amin? Charles Darwin yang menentang kejadian penciptaan manusia pun bias bertobat diakhir hidupnya. God has His own way.
Soal bisnis di gereja, penipuan? Klo iya, mencuri kemuliaan Tuhan dsb, itu urusan ‘si pebisnis’ dengan Tuhan, we are looking for our God, not for human, right? Makanya jangan pergi ke gereja karena orang – orang tertentu, karena gembalanya, karena pendetanya, karena pastornya, pengerja cakep – cakep, karena ushernya cantik – cantik, ntar kecewa baru taw! Kita liat gerejanya tumbuh gak, kita cari Tuhannya, kita cari berkatNya, kita cari keselamatannya, betul?
Balik lagi, urusan bisnis di gereja, dosa gak? Gak taw. Hehehe.. menurut temen – temen dosa gak? yang pasti, Tuhan tidak pernah membiarkan diiriNya dipermainkan, betul? Makanya banyak hamba Tuhan gk masuk surga. Loh taw dari mana? Dari buku kesaksian. Ada banyak tu di toko buku Gramed (upssss, gak bole sebut merek). Buku itu kesaksian bisa dipercaya? Bisa aja boong, balik lagi, pura – pura tadi. Loh? Yang pasti sudah ada bukunya. Klo sama buku aja gk percaya, apalagi mana bisa percaya sama aku yang masi bayi rohani ini? Klo gk percaya, ngapain baca panjang – panjang dari atas sampe ke bawah, pedes – pedesin mata, buang – buang energy?
Ada (banyak kaleeee) yang putuz hubungan ma Tuhan karena kecewa. Gimana ya? Baca lagi deh paragraph di atas. Ada juga yang gk gereja karena memiliki pandangan seperti di atas (konon namanya paham realism.. hm…). Tapi biasanya ketika ditanya, mereka percaya akan Tuhan, ada kekuatan yang dasyat di luar manusia. Siapa? Ya Tuhan. Tuhan yang mana?
Matius 7
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Jadi mukjizat itu ada gk? Mukjizat itu nyata! Percaya deh! Tuhan itu ada, dan gak pernah ngelupain kita. Mukjizat itu selalu ada, dahulu, sekarang dan selama. Berdasarkan pengalaman saya, mereka yang gk percaya mukjizat adalah mereka yang belum mengalami mukjizat dalam kehidupannya. Belum bukan berarti tidak akan pernah, betul? Akan ada saatnya.
Terus mukjizat terjadi bagaimana? Iman cukup? Ato perlu hamba Tuhan khusus? Mukjizat terjadi, syarat pertama adalah iman. Percaya, percaya, dan percaya! Berserah, berserah dan berserah! Ada kejadian begini, anak Tuhan loh, baek, rajin ke gereja, rajin doa, baca firman, orangnya baeeeeek bener, soal iman, udah pasti donk. Terus minta mukjizat, mati – matian sampe mati mati beneran, mukjizat gak ada, loh kok? Apa yang kurang? Imannya kurang? Ato persembahannya kurang? Atau apakah bener, hanya hamba Tuhan tertentu yang bisa melakukan mukjizat?
Memang bener, ada hamba Tuhan yang memang ‘diberi’ karunia, tapi bukan karena hamba Tuhan tch jagoan, ebad, bukan biar dia terkenal, tetapi buat kemuliaan Tuhan, betul? Mukjizat terjadi bukan karena hamba Tuhannya jago, bukan, melainkan karena kehendak Tuhan. Hamba Tuhan yang diurapi pernah bersaksi demikian : ketika mengurapi, saat tumpang tangan, ketika Tuhan mau melakukan mukjizat kepada orang tertentu ini tangan rasanya mengalir kekuatan yang dasyat, rasanya ada getaran, panasssssss gitu, saat pemulihan, ketika ada jemaat yang butuh pemulihan, ni tangan mengalir kuasa. Tapi saat Tuhan gak berkehendak, ya ndak, gitu.
Dua pertanyaan dijawab sekaligus, itu mukjizat, terjadi hanya dengan kehendak Tuhan, memang hamba Tuhan tertentu diberi karunia, tetapi tetap sesuai kehendak Tuhan. Soal kenapa anak Tuhan tersebut gk mendapat mukjizat, karena Tuhan belum berkehendak. Mungkin Tuhan punya rencana lain lagi buat dia. Ato mungkin ada ‘hal kecil’ yang belum diberesin dan terlewatkan.
Nah, ada lagi kabar gembira, apa? Bahwa dibalik kejahatan, dibalik masalah ada anugerah dan berkat yang berlimpah. Loh? Maksudnya? Gini, ketika Tuhan mo berkati kita, iblis liat tuch, terus diganggu deh kita sebelum kita terima berkat an anugerah itu. Jadi, ketika kita tidak tau apa yang ingin Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita, liat apa masalah dalam kehidupan kita yang dibuat si iblis, buat itu menjadi sebaliknya, haleluyah! Tetapi masalahnya, aduh masalah lagi, masalah lagi, banyak dari kita diberi anugerah, diberkati, mengerti dan percaya kepada karunia keselamatan, tetapi tidak banyak yang bisa bertahan. Mengerti maksud saya?
Teman – teman bisa membaca posting ini, dan mengerti, atau bisa membaca tetapi tidak mengerti, atau bahkan punya pandangan sendiri. It’s up to you. Believe or not? Lebih baik kita ndak berdebat, sharing aja ya…
Jesus bless
April 25, 2008 at 9:04 am
mujijat?
setiap hari adalah hari mujijat
setiap bangun pagi, saya doa Tuhan hari ini adalah hari mujijat
dengan demikian saya mulai hari dengan positif
tidak peduli, semalam mimpi dikejar setan
tidak peduli, masih ada hutang usd 35.000
tidak peduli, umur 40th lom maried
setiap bangun tidur saya katakan hari ini adalah hari yang penuh mujijat
pagi hari melakukan aktifitas dan saya akan berjalan tegak, membusungkan dada, karena hari ini DIA ada disampingku dan membuat mujijat bagiku.
Haleluyaaa
September 22, 2008 at 1:59 pm
Setuju…kita bangun pagi dan masih bernafas adalah suatu mujijat (coba kalo bangun pagi lalu nafas sesak…).
Kalo melihat baru percaya, apa itu tidak mencobai TUHAN? “Berbahagilah orang yg tidak melihat namun percaya…” (lupa ayatnya).
January 14, 2009 at 11:42 am
Yup. Mujizat tidak selalu berkat loh. Kl th 2008 sering marah2, emosi tinggi n th 2009 ini karakter kita berubah, lebih damai, tdk marah2. Ini menurutku sudah mujijat.
Kl th 2008 selalu berpikir nefatif thd teman, rekan kerja. Th 2009 ini bs hidup dan berfikir lebih positif ini udah mujijat.
Kl th 2008 ribut dengan istri/ suami/ pacar/ pasangan hidup/ kekasih, sampai mau cerai, pisah ranjang, putus. Eh th 2009 ga jadi cerai, rukun lagi. Ini sudah mujijat.
Memang yg sering kita dengar mujijzat adalah mujijat kesembuhan. Seperti yg dilakukan Yesaya Pariadji, Benny Hin, Daud Tony dllnya…
Terlepas dari itu, macam2 mujizat itu banyak. Mujijat berkat, kesembuhan, karakter berubah, tingkah laku perbuatan berubah, dapat pasangan hidup yg sesuai ini jg mujijat dllnya….
Kalau mujizat dihubungkan dng berkat uang atau berkat kesembuhan. Nanti orang hanya mengejar uang. Kalo lo tidak dapat uang berlimpah, artinya lo tidak pernah dapat mujijat dlm hidup lo. Enak aja…. Kalo lo tidak pernah masuk selama 1 bulan koma di ruang ICU, kemudian sembuh total. Artinya lo belum pernah merasakan mujiat spt apa. Enak aja…. Malaikat bs ngomong nih, eh Tuhan udah sembuhin lo, panggilan lo ke sorga belom saatnya, kok malah sombong, ntar gue laporin ke Tuhan, panggilan lo dipercepat minggu depan…. emang enak…hahaha….
Haleluya