Alkisah di sebuah kota tinggallah seorang yang super kaya dan seorang

yang sangat miskin. Orang kaya ini suatu saat sedang berada dalam salah

satu dari 10 limousinenya, sepulangnya dari mendengarkan kotbah tentang

mengasihi sesama manusia. Ia melihat ada seseorang miskin yang sedang

makan rumput di taman kota. Ia meminta supirnya untuk berhenti, dan

segera ia berlari menemui orang tersebut, dan bertanya,”Mengapa engkau

makan rumput?”

“Karena saya sangat miskin, Tuan. Saya tidak sanggup membeli

makanan,”jawabnya.

“Kasihan sekali engkau, mari masuk ke mobilku, ikut ke rumahku,” ajakan

si kaya.

“Tapi saya memiliki seorang istri & 3 orang anak yang tidak bisa saya

tinggal,” jawab si orang miskin. Orang kaya tersebut memperbolehkan si

orang miskin mengajak seluruh keluarganya.

Di dalam perjalanan, orang miskin tersebut berkata,”Terima kasih Tuan

telah begitu baik bagi kami.”

Orang kaya itu menyahut,”Oh tidak masalah, saya yakin kalian akan senang

sekali di rumahku nanti, karena rumput di halaman belakangku tinggi dan

lebat sekali … lebih banyak daripada di taman kota.”

Pernahkan kita menjadi seperti “orang kaya” ini?atau kah sering?

Kawan mungkin kita tidak memiliki limousine seperti cerita diatas. Atau mungkin kita tidak memiliki rumah yang megah, mobil, atau bahkan motor. Mungkin kita hanya orang biasa saja.

Tapi seberapa seringkah orang biasa ini memberi kepada mereka yang ada di bawah kita?

atau kita malah ingin diberi oleh orang yang ada di atas kita? ato kah kita hanya tutup mata melihat kesusahan saudara kita dan menganggap bahwa kita lebih susah?

” berbahagialah kamu yang murah hati karena kamu akan memperoleh kemurahan”

From : “kRISTIANA Trifena” <veve_0612@yahoo.com>