Alkisah di sebuah kota tinggallah seorang yang super kaya dan seorang
yang sangat miskin. Orang kaya ini suatu saat sedang berada dalam salah
satu dari 10 limousinenya, sepulangnya dari mendengarkan kotbah tentang
mengasihi sesama manusia. Ia melihat ada seseorang miskin yang sedang
makan rumput di taman kota. Ia meminta supirnya untuk berhenti, dan
segera ia berlari menemui orang tersebut, dan bertanya,”Mengapa engkau
makan rumput?”
“Karena saya sangat miskin, Tuan. Saya tidak sanggup membeli
makanan,”jawabnya.
“Kasihan sekali engkau, mari masuk ke mobilku, ikut ke rumahku,” ajakan
si kaya.
“Tapi saya memiliki seorang istri & 3 orang anak yang tidak bisa saya
tinggal,” jawab si orang miskin. Orang kaya tersebut memperbolehkan si
orang miskin mengajak seluruh keluarganya.
Di dalam perjalanan, orang miskin tersebut berkata,”Terima kasih Tuan
telah begitu baik bagi kami.”
Orang kaya itu menyahut,”Oh tidak masalah, saya yakin kalian akan senang
sekali di rumahku nanti, karena rumput di halaman belakangku tinggi dan
lebat sekali … lebih banyak daripada di taman kota.”
Pernahkan kita menjadi seperti “orang kaya” ini?atau kah sering?
Kawan mungkin kita tidak memiliki limousine seperti cerita diatas. Atau mungkin kita tidak memiliki rumah yang megah, mobil, atau bahkan motor. Mungkin kita hanya orang biasa saja.
Tapi seberapa seringkah orang biasa ini memberi kepada mereka yang ada di bawah kita?
atau kita malah ingin diberi oleh orang yang ada di atas kita? ato kah kita hanya tutup mata melihat kesusahan saudara kita dan menganggap bahwa kita lebih susah?
” berbahagialah kamu yang murah hati karena kamu akan memperoleh kemurahan”
From : “kRISTIANA Trifena” <veve_0612@yahoo.com>
May 2, 2008 at 10:08 am
salam kenal,
setuju friend… he he he..
entar disorga yang miskin naek limousine
yang orang kaya ganti naek ojek kaleee… he he he
May 8, 2008 at 3:55 pm
Ada 2 alasan:
Pertama si kaya pernah melaluinya. Dia minta mencontohinya. Kalau mau kaya kerja. Potong rumput dibelakang rumahku dan akan kuberi makan.
Kedua si kaya seorang pedangang. Hitung untung rugi. Saya meberi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. DO ut DES kata dalam bahasa Latin, Aku Beri (DO) supaya (ut) Engkau Beri (DES). PAMRIH
June 9, 2008 at 4:48 pm
salam kenal…
God Bless..