Segenggam pasir jika terlalu rapat digenggam, ia akan habis karena justru kan keluar lewat celah-celah jari kita. Sebuah telur akan pecah jika kita memegangnya terlalu erat, Tidak salah kita menyayangi seseorang, tetapi bagaimana kah cara kita menyayanginya?. Kita hanya takut memikirkan takut kehilangan dia suatu saat, tapi kita tidak memikirkan kebahagiaan sejati untuknya dan juga untuk diri kita sendiri, Satu hal yang kita lupakan, lebih takutlah jika kita kehilangan wujud kasih itu sendiri, yaitu pribadi yang mengijinkan kita untuk mengasihi seseorang yaitu Tuhan Yesus Kristus, Jangan takut sekarang untuk melalui semuanya, karena DIA akan memberikan yang lebih baik. From : "watin wahyuningsih" <wtn_purple@plasa.com>
April 16, 2008
April 24, 2008 at 1:13 pm
Saya setuju doktrin mengenai “pasir” dan “telur” diatas. Tapi serasa lemah ga berdaya membacanya. Padahal sebaliknya disaat pasir digenggam muncul synergi.
Anda tentu mengenal Prof Dr. Yohanes Surya. Untuk pasir beliau mengatakan itu proses mestakung, semesta mendukung. Disaat kristis itulah kita mendapatkan synergi yang luar biasa. Pasir akan mengatur dirinya kepermukaan.
Kita adalah warga kerajaan Allah. Kita tdk percaya pd teologia kemakmuran, karena Alkitab kita ga pernah catat tentang teologia kemakmuran. Saya juga tidak pernah percaya teologia ketakutan, penderitaan, karena Alkitab saya juga tidak pernah bicara tentang teologia ketakutan dan penderitaan.
Teytapi yang saya pegang dalam Matius 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Berarti yang diberitakan diseluruh dunia adalah injil kerajaan.
Jadi kalau kita percaya Darah Yesus ada berkat, Darah Yesus ada kemuliaan, itu bukan karena kita pegang teologia kemaknuran, tapi kita pegang Alkitab yg mengajarkan ini.