Wah, sudah beberapa lama saya memang tidak mengupdate blog ini, memang teledor saya, karena keibukan neh..

Tiba – tiba saya tergerak membahas sebuah topik sederhana yang telah lama mengganjal di hati saya, yakni cercaan terhadap hamba Tuhan.

Menjadi hamba Tuhan memang gk mudah loh. Banyak ujian, banyak cobaan, hinaan,caci maki, baik fisik maupun mental. Semua memang sudah tertulis di dalam Alkitab kan.  Semoga sedikit tulisan saya bisa membantu meredam, meluruskan, minimum bisa memberi semangat kepada semua teman – teman yang terlibat pelayanan.

Saya akan mengambil sebuah contoh nyata tentang cobaan berat, hinaan, cerca, caci maki buat hamba Tuhan. Pernyataan mengajarkan kebohongan, fitnah, hingga pernyataan sesat sering kali ditimpakan kepada hamba – hamba Tuhan. Bahkan mereka yang telah dipakai Tuhan secara luar biasa.

Sebagai contoh, Pak Gilbert Lumoindong, Pak Daud Tony, Pak Nicko, dll yang merupakan hamba Tuhan yang telah terbukti dipakai Tuhan secara luar buasa “pun” sering dicerca makian. So, buat temen – temen yang sering bergelut dalam pelayanan, dont give up.

Pernyataan cacian tersebut bahkan secara ektrim dilayangkan dalam blog dan situs – situs tertentu. Hm… secara nyata, cacian tersebut bahkan juga datang ke blog ini. Ya… dengan untuk menghilangan kontroversi, tentu saya moderate. Bahkan beberapa temen – temen yang melayani bersama pak Daud Tony dalam Dunia  Roh Ministry berbagi bahwa mereka sering kali mendapat email dengan kata – kata yang kasar dan berkesan menghina. Ironisnya, email – email tersebut datang justru dari saudara seiman (gLEk… phewwww.. capek deh..)

Ok, STOP! Maksud saya di sini bukan ingin memihak apalagi menghakimi atau mempropaganda pihak tertentu. Saya akan mencoba melihat dari sisi ‘orang luar’ berdasarkan iman kristiani yang saya miliki (Tuhan, beri saya hikmat, please…)

Mungkin hak semua orang, masing – masing pribadi untuk memiliki keyakinan, kepercayaan, dan iman masing – masing. Apalagi kita hidup dalam negara majemuk, baik dalam hal kepercayaan, bahasa, suku, ras. Dari kemajemukan ini, mengapa harus timbul perpecahan? Gak ada seorang pun yang bisa melarang. Bahkan kadang justru ini tercampur aduk dengan apa yang namanya ‘prinsip’. Sebagai contoh, ada orang percaya mukzizat, ada yang tidak. Ada yang percaya tahayul, ada yang tidak. Ada yang percaya hantu, ada yang tidak. Lalu semua itu menjadi sebuah ‘fenoma’ ketika dipertanyakan mana yang benar, dan mana yang tidak.
Sebuah pepatah ironis:” Akan lebih rukun sekelompok dukun dalam satu ruangan, dibandingkan sekelompok pendeta dalam satu ruangan.”

Tau apa maksudnya? Yang menjadi masalah di sini, bahkan saya menyatakannya sebagai “masalah utama umat kristen” adalah “TINGGI HATI”. Tinggi hati, sombong, sok tau, sok pinter, sok benar, itulah ’satu keluarga permasalahan’ yang dari dulu menjamur dan tumbuh. Inget, Lucifer jatuh karena tinggi hati. Sering kali kita ketika menjadi umat kristen, berada dalam satu komunitas dengan ajaran tertentu yang sering spesifik, lalu merasa paling benar, lalu merendahkan bahkan menjelekan  komunitas lainnya, betul?

Saya pun dulu pernah terjerumus dalam masalah yang sama. Ketika saya mengenal Tuhan kedua kalinya, kelas dua SMP, belajar melayani di sebuah gereja Bethel. Karena tiap hari ke gereja, melayani, rajin berdoa, baca firman, saat teduh, lalu saya merasa paling benar, paling suci. Saya menghakimi teman – teman saya, bilang kamu sombong, bertobatlah, kamu ini, kamu itu, bla bla bla. Justru saat itu saya yang paling berdosa karena kesombongan saya. Saya sangat malu kalau mengingat saat itu, saya bercermin dan melihat ’salah seorang farisi’ di masa lalu saya. Nah, ini adalah kejadian yang sering terjadi.

Misal, salah satu hujatan untuk pak Daud Tony, bahwa beliau mengajarkan sesat tentang dunia roh, hm… gimana ya… Ilustrasi saya gini, saya seorang tamatan sarjana Sipil, saya bisa bercerita cukup banyak tentang bidang sipil, contoh saja bagaimana momen dan gaya yang bekerja pada sebuah struktur tertentu, dan bla – bla bla… eeeeeiiiiiitttt…. tiba – tiba teman saya yang seorang tamatan arsitek datang, berdebat dengan saya tentang momen dan gaya tadi. Asal tau, sipil lebih kepada hitungan dan analisa struktur, arsitek lebih kepada layout dan nilai estetika struktur. Nah, siapa yang bisa bercerita lebih banyak? Siapa yang bisa lebih dipercaya jika saat itu saya yang sipil dan teman saya yang arsitek memperdebatkan masalah struktur bangunan yang merukana salah satu ilmu teknik sipil?

Nah, analogi serupa saya maksudkan untuk para hamba Tuhan, misalnya pak Daud Tony. Simple, pak Daud adalah salah satu ‘mantan dukun sakti’ kok, beliau tentu tau pasti seluk beluk ilmu perdukunan. Ibaratnya kalo ada sekolah dukun, pak Daud profesornya. Nah, logika aja deh, Jika ada yang berdebat dengan beliau mengenai maslah dunia roh, mana yang bisa lebih dipercaya? Mungkin teman – teman yang kurang atau bahkan tidak sependapat dengan beliau juga tau tentang dunia roh, tapi coba buka pikiran, tambah wawasan. Mungkin sekilas terlihat kok pegetahuan dari Daud tony beda dengan yang saya tau ya? Coba lihat dengan hati dan pikiran terbuka, jangan sempit, pasti ada titik temu.

Dulu jika melihat beton, saya akan bilang itu beton, saya tidak akan percaya bahwa ada baja dibalik beton. Logika saya berpikir buat apa? Wong beton uda kuat masa dikasi besi lagi, buang2 lui (uang). Sampai profesor mengajarkan teori beton tidak bisa tahan tarik, besi bisa. Ini rumusnya, bla bla bla. Saya baru ngerti, oh gitu. Saya ngerti karena saya mau buka pikiran, oh dosen tu profesor loh, dia lebih ngerti dari saya, coba deg saya pertimbangkan teorinya, eh bener ternyata, coba di test, eh bener. Bedanya dengan dunia roh, gk keliatan, beda dengan ilmu pasti. Nah, gitu, klo kita sendiri udah closed minded, susah mau terima yang lain, karena kita sudah terlanjur ekstrim sendiri.

Kejadian serupa juga untuk yang lain, pak Gilbert, pak Nicko, Pak Pariadji. Masalah berkat, mukzizat, kesembuhan. Apa betul sih?

Ok, gimana cara membuktikan mereka betul atao salah, atau sesat, atau ndak? Semua teman – teman yang kristen, saya mau tanya, percayakan nama YESUS punya kuasa? Betul? AMIN??? Nah, uji aja, simple kan. Klo doi – doi sesat, tengking aja dalam nama YESUS! Lalu? Sebenarnya ngapain diributkan, klo mereka memang salah, klo kita bener punya iman sama Tuhan, ‘TUHAN TIDAK AkAN MEMBIARKAN DIRINYA DIPERMAINKAN”, betul? Klo mereka salah, Tuhan yang akan menjatuhkan mereka, bahkan menghukum mereka, betul?

Ada kisah nyata, seorang pendeta yang sangat terkenal, ‘S’ menghakimi rekan sepelayanannya yang juga terkenal ‘P’ karena pelayanannya, dengan mengatakan ‘P’ sesat dsb, lalu ‘S’ tiba – tiba kena stroke, sampai akhirnya beliau dengan rendah hati dihadapan Tuhan mengaku salah terhadap ‘P’, lalu puji Tuhan strokenya sembuh! Nah, hati – hati temen – temen, “TUHAN JUGA TIDAK AKAN MEMBIARKAN HAMBANYA DIPERMALUKAN,” ingat itu.

Saya lupa ayatnya, pokoknya intinya jangan menghakimi jika tidak mau dihakimi, ukuran yang kita pakai untuk menghakimi akan dipakai pula untuk menghakimi kita. Biar Tuhan yang menghakimi, betul?

“Ok, saya tidakmenghakimi deh mike, tapi tetep saya tidak bisa terima ajaran pak ini, atau pak itu,” mungkin akan ada yang berpendapat demikian. Ok, saya sudah bilang bahwa tidak ada pemaksaan, semua bebas berkeyakinan ‘dengan tanggung jawab masing – masing’ kepada Tuhan. Klo memang gk bisa terima, yo wes, jangan menghakimi, saling menghina atau mengejek, apalagi dengan ungkapan kasar, kurang sopan, bahkan berkesan menghina. Sering kali saya melihat postingan temen – temen yang mungkin tidak sependapat dengan pendeta tertentu mengeluarkan postingan yang berkesan menghakimi. Menghakimi bagaimana? Coba, jika saya bilang “Si A pencuri”, berarti saya sudah menghakimi si A, betul? Jika memang kurang atau tidak sependapat, cobalah terima dengan toleransi, terima dalam arti biarkan orang lain dengan kepercayaannya, dan kita dengan kepercayaan kita tanpa saling ‘lempar batu’. Jika ingin komunikasi, sampaikan ketidaksetujuan dengan baik, bahasa yang sopan, apalagi kita saudara seiman, terutama saya yakin teman – teman juga orang berpendidikan. Jangan sampai jika maksud awal kita menjadi berkat dengan tujuan mencari kebenaran, eh karena penyampaian dan cara yang kurang baik, bukannya jadi berkat malah jadi batu sandungan.

Sedikit menyimpang, opini saya pribadi, seringkali orang asal cuap, bahkan sengaja dengan hal – hal yang  kontroversional demi kepentingan pribadi, salah satunya meningkatkan popularitas dan rating homepages atau blognya. Bloger sering di-cap sebagai kaum yang tidak bertanggung jawab karena adanya orang – orang semacam ini. Di dunia maya, mereka hanya sebagai bayangan, tanpa menunjukan identitasnya, toh ditunjukin pun orang bisa berbuat apa? Jaman globalisasi, kebebasan berkomunikasi, dan berbagi informasi tetapi salah guna.

Sekali lagi saya mengmbil contoh temen – temen dari DUNIA ROH MINISTRY, karena mereka sometimes sharing ke saya. Mereka berusaha menanggapi cercaan dengan kepala dingin, merendah, tetapi sering serba salah. Email dijawab salah, karena pasti berkutat kepada debat kusir yang tak berujung, bahkan berakhir dengan dimaki, tidak dijawabpun salah, dianggap membisu, tidak sopan dsb. Klo saya melihatnya pihak yang ‘tidak setuju’ bukan bermaksud untuk menyatukan pendapat secara baik-baik, tetapi sengaja ingin memanaskan suasana, atau justru propaganda.

Sebenarnya simple, klo memang beritikad baik, coba lah komunikasi dengan baik – baik. Misal, jika tidak setuju dengan pak Daud, coba ketika pak Daud ada jadwal pelayanan ke kota yang kebetulan dekat, datang dan bertanya langsung. Atau jika gk percaya, boleh saja ditantang. Sama halnya dengan pak Gilbert dan palayan yang lain.

Saya ingat kisah lalu pak Daud, ketika dulu beliau juga masi dukun, dan ingin nantangin Tuhannya pak Gilbert sealigus Tuhan kita semua, Yesus. Daud datang langsung ke pak GL di kebaktian, adu ilmu, dan DT kalah, bukan dari GL, tapi dari JESUS! Nah, bisa dicontoh klo mo nantang, hihihi…

Nah, itu yang bisa saya share, mungkin akan ada yang setuju, atau yang tidak setuju, its ok, asal bisa disampaikan dengan benar.^^

Saya hanya berharap gk ada perpecahan, saling hina, caci maki, ejek mengejek diantara saudara seiman. Malukan dengan saudara dari kepercayaan lain. Bukan jadi berkat, malah batu sandungan.

Buat temen – temen yang bergelut dalam pelayanannya, keep on fire with the holy spirit. Jangan nyerah, semua memang gk mudah.

Tuhan berkati !!!!!