Skip to content

Kekerasan jadi Budaya?

May 8, 2007

Hari ini aku menemukan sebuah koran, sebut saja koran LM di tempat kerja praktek ku. Sambil menunggu staff engineer yang sedang meeting, aku coba – coba baca. Sekilas koran itu nampak penuh berisi berita berbobot. Tetapi ketika aku simak lagi tiap headlinenya, ternyata hampir 70% beritanya berisi “tanda – tanda” akhir zaman ini. Hampir seluruh berita berisi tentang kekerasan, perampokan, pencurian, pengeroyokan, pemerkosaan, perselingkuhan, perceraian, dan sebagainya. namu berita – berita tersebut dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, bahkan judulnya pun terkesan dibuat unik dan lucu.

Dalam hati aku terus bertanya, kenapa hal semacam itu bisa dijadikan bahan “berita” yang layak diberitakan secara fulgar kepada publik? Apakah tidak ada berita lain yang lebih layak dan lebih penting untuk diketahui dan diberitakan masyarakat? Apakah informasi tersebut adalah sebuah makanan dan konsumsi yang baik dan berguna? Lalu apakah “peristiwa pertanda akhir zaman” itu menarik dan layak dijadikan lelucon untuk dibuat cerita unik dan lucu?

Aku terus berpikir, zaman ini semakin aneh. Bagimana bisa aib seseorang dipertontonkan dan dinikmati orang banyak? Lalu bagaimana bila mereka yang masih di bawah umur melihat berbagi peristiwa kekerasan ini? Anehnya, justru masyarakat menikmatinya. Berita tentang “peritiwa akhir zaman” ini bukan dijadikan hiburan. Tidak hanya di koran, majalah, bahkan banyak statiun televisi sekarang menyiarkan acara khusus acara kriminal.

Salah siapa ini? Mari kita tarik sebuah benang merah. Zaman memang semakin susah. Orang akan melakukan apapun untuk mengisi perutnya. Termasuk melakukan tindakan kekerasan. Akibatnya kekerasan sudah menjadi hal yang biasa. Tetapi kekerasan juga tidak akan menjadi biasa kalo kekerasan tersebut tidak “familiar” alias sering terdengar dan diberitakan di telinga kita. Sebaliknya, kekerasan menjadi sangat “terkenal dan menarik” serta menjadi “hiburan” di masyarakat, sehingga para “pekerja tinta” melihat “lahan kosong yang siap digarap”. Jadi ini adalah sebuah lingkaran setan, yang tiada habisnya. Saling menyebabkan dan disebabkan.

Kita banyak disesatkan, bahwa banyaknya peritiwa akhir zaman bukan dijadikan sebagai peringatan akan datangnya akhir dari dunia, melainkan justru dijadikan hiburan. Pekerjaan siapa ini?Tak lain adalah pekerjaan dia yang dijuluki “sang pendusta”. Jelas dia sudah mendustai bahwa peringatan ini dijadikan lelucon. Jadi bagaimana sikap kita terhadap zaman ini, itulah bagaimana kita menjaga diri kita. Terus berdoa, bertekun dan waspada.

Jesus Bless you

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: