Skip to content

Hikmat ( buat yang mau ujian nih…)

May 10, 2007

“Permulaan Hikmat adalah takut akan Tuhan”, pernah dengar ayat ini? Pasti pernah, ini ada di Amsal ayat 1. Apa itu hikmat? Hikmat adalah sebuah “kecerdasan” yang tidak terbatas hanya pada pengetahuan. Dalam Pengetahuan itu sifatnya terbatas, karena pengetahuan di otak manusia hanya dapat mengingat sebagia dari apa yang dipelajarinya, itu pun sebagian terlupa. Pengetahuan itu juga termasuk bagian dari Hikmat. Siapa yang terlebih dahulu tahu bumi itu builat?Colombus yang pertama mengelilingi dunia? SAlah! Tapi nabi Yesaya yang hidup ribuan tahun sebelum Colombus(Yesaya 40:22). lalu siapa yang tahu luar angkasa itu hampa udara? Neil Amsttrong yang ke bulan? Bukan! Tapi Ayub ( baca Ayub 26:7). Tetapi Hikmat tidak terbatas pada pengetahuan belaka. Dia mempunyai sebuah “karakter”, Pola pikir, sikap dan attitude. Hikmat dapat membantu pengendalian emosi manusia, membantu dalam memecahkan masalah, juga hal – hal yang sering kita sebut dengan EQ. Maka Hikmat sering dikaitkan dengan namanya kebijaksaan.

Dalam Alkitab kita mengenal seorang yang sangat termasyur namanya karena ia mendapat “Hikmat” dari Tuhan, tahu siapa? Raja Salomo anak Daud. Ia terkenal sangat pandai, berpengetahuan luas dan juga bijaksana. Bagaimana ia dapat memperoleh Hikmat itu? Ia telah memberitahukan “rahasia” bagaimana ia beroleh Hikmat dalam Amsal 1:7, juga dalam Amsal – Amsalnya yang lain. Ia mengikuti setiap FirmanNya, dan Ia menyerahkan hidupnya dengan hanya mengandalkan Tuhan ( Raja-Raja 3 :1-15).
Kita juga harus meminta hikmat dari Tuhan, bukan hanya kecerdasan. Sebab kecerdasan itu hanya sebagian kecil dari hikmat. Lalu bagaimana caranya?

Yang pertama sudah jelas, takut akan Tuhan. lakukan setiap Firman, dan hindari dosa. Simple kan? Tapi melakukannya sangat sulit! Ini sudah menjadi syarat mutlak! Mohon pertolongan Tuhan…

Yang kedua, jadilah diam dan berdoa. bertekun dalam saat teduh, rajin berdoa, intim dengan Tuhan. Karena dengan siapa kita bergaul, maka karakater kita akan menjadi seperti teaman sepergaulan kita, alias impartasi. maka jika kita intim dengan Dia yang sangat berhikmat, maka…..

Yang ketiga selalu mengandalkan Tuhan dengan setiap hal yang kita lakukan. Kita harus berhenti berupaya dengan kekuatan manusia kita, tapi andalkanlah Tuhan dalam setiap usahamu! (baca Yeremia 17:5-8). Hati kita akan diuji apakah kita benar – benar mengandalkan Dia, maka biasanya kita harus melalui suatu proses, pergumulan, halangan , rintangan, dan masalah, maka akan terlihat siapa yang kita andalkan. Tapi mengandalkan Tuhan harus dengan sikap hati yang benar. Jangan menjadi puas diri, ataupun sombong. Tapi jangan mencobai Dia. Jangan misal dengan tidak belajar lalu berharap Tuhan tolong waktu ujian…wah , bagaimana Tuhan mau kasi yang terbaik bila kita tidak lakukan yang terbaik?

Jadi teman – teman, berdoa dan mintalah hikmat dari Tuhan. Dan jangan lupa bersyukur atas apa yang Dia beri, ntah itu nilai yang baik maupun yang buruk, percaya bahwa Tuhan punya rencanNya sendiri.Everything happen for a reason!

JBU

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: