Skip to content

Gelombang dan Badai Hidup

May 13, 2007

Sering kali kita merasa hidup kita susah sekali. Terlalu banyak cobaan, terlalu banyak masalah. Kadang kita merasa tidak kuat dan lelah menghadapi berbagai persoalan. Ada yang masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah pribadi, masalah kerjaan, masalah dengan orang lain dan sebagainya. Badai dan gelombang seakan silih berganti menghadang. Banyak yang menyerah, dari mereka ada yang sebagian bunuh diri, ada yang jadi sterss dan sakit jiwa, dan ada yang hanya pasrah terhadap apa yang dialami, dan berkata “sudah nasib”.

Bagaimana kita sebagai anak Tuhan dalam menghadapi masalah di dunia ini? Apakah akan sama seperti orang – orang lain? Sesungguhnya aku mau mengingatkan bahwa kita punya seorang penolong yang sungguh.Mungkin masalah yang kita hadapi sama seperti yang dihadapi oleh orang – orang di dunia inio, tapi kita harus punya sikap yang berbeda dalam menghadapinya, yang tentu hasil akhirnya juga berbeda.


Ingat selalu teman – teman, ada Tuhan Yesus yang memegang tangan kita dan menuntun kita dalam mengarungi samudra ini. Bahkan Ia siap menggendong kita ketika kita lemah dan terjatuh. Setiap keputusan kita dalam menentukan jalan harus sesuai dengan maunya Tuhan. Ingat dengan kisah Yunus? Ia ditugaskan Tuhan ke Niniwe, tetapi ia lari dan tidak mau ke sana, akhirnya Tuhan pakai badai dan ikan paus untuk menghukum Yunus dan membawanya ke Niniwe.Jadi, Tuhan sering kali memakai peristiwa – peristiwa dan masalah dalam kehidupan kita untuk membawa kita ke dalam rencanaNya.

Kita jangann melawan badai gelombang itu, karena kita hanya akan terhanyut. Jangan pula kita lari, karenabila kita lari, kita tidak akan berhasil sampai keseberang samudra. Tetapi hadapilah! Ibarat seorang perselancar, dengan badai yang begitu besar bila ia dapat menghadapinya, maka ia akan dapat memainkannya dengan indah, semakin besar ombak itu, maka semakin hebat permainannya. demikian juga maksud Tuhan dari badai dan gelombang hidup yang kita hadapi, supaya kita dapat dimurnikan dan semakin indah hidup kita, sehingga kita dapat menyadari besar dan indahnya rencana Tuhan.

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk hidup dengan menjadi seperti anak kecil, sehingga kita dapat menghadapi badai kehidupan. Kenapa anak kecil? Karena anak kecil memiliki sifat yang tidak lagi dimiliki oleh orang dewasa. Yang pertama adalah sikap antusias, atau kita sering mendengarnya “kasih mula- mula”. Terkadang kita yang merasa sudah hebat hebat sering lupa dan bosan terhadap kasih semula ini.Tuhan suka terhadap semangat seorang anak yang antusias mencari Bapanya. Yang kedua adalah kepolosan. Anak kecil sering kali polos, tidak bisa menjaga rahasia, dan mau diajak apa saja. Tuhan ingin kita seperti itu, Ia ingin kita tidak dapat menyimpan rahasia tentang Dia, ia ingin kita dapat dituntun dalam menghadapi kehidupan, Ia ingin kita berserah sepenuhnya kepada Dia, seperti anak kecil. Tuhan tidak ingin melihat kita yang tampak gagah dalam menghadapi masalah dengan mengandalkan kekuatan kita, tetapi Ia ingin kita menjadi seperti anak kecil, yang polos dan tidak bisa apa-apa, dan menyerahkan semua dan mengandalkan Dia, sehingga kemudian kita bisa menceritakan bagaimana pertolongan Tuhan dalam hidup kita kepada orang – orang, seperti seorang anak yang membanggakan kehebatan ayahnya. Yang ketiga, Tuhan ingin kita menjadi anak kecil, yang suka mempercayai hal-hal yang “mustahil”. Kita dulu percaya pada Superman, Sinterclaus, dsb. Anak kecil sering percaya kepada hal – hal yang luar biasa dan tidak masuk di akal. Anak kecil sering mempercayai dan mengidolakan seorang pahlawan atau superhero. demikian Tuhan Yesus ingin kita menjadi seorang anak kecil ,yang mengidolakan Dia sebagai superhero kita, dan percaya akan hal – hal yang mustahil. Sebab siapa yang lebih dasyat dari pada Tuhan kita? Maka Tiada yang mustahil bagi Dia.Ya, dengan berbagai sikap dan kepolosan anak kecil itu, Tuhan ingin kita memegang tanganNya ketika melewati badai dan gelombang. Tuhan ada dan Ia memegang tangan kita ketika kita mengarungi samudera ini, tetapi kita kerap kali merasa hebat dan melepaskan genggamanNya. Maka Ia hanya ingin kita seperti seorang anak kecil yang dengan erat memengang bahkan menggenggam jemari Bapanya.

Teman – teman, ingatlah bhwa Tuhan selalu ada buat kita…Jangan pernah menyerah menghadapi kehidupan ini. Everything happen for a reason.

JBU

^_^

One Comment leave one →
  1. Stefina permalink
    May 15, 2007 12:17 am

    Hi mike,ni stefi.pa kabar?Kamu sudah jauh bertambah dewasa ya.Aku yakin mike,kamu pasti dipakai “J” secara luar biasa. Tetap jadi kuat dan tegar ya mike menghadapai badai dan gelombangmu.btw,gimana dengan “star”mu?
    mike,Jesus always love you

    Mike’s Reply:
    thanks banyak fie, u dah banyak support aku. Aku juga doain buat kamu selalu.Ok my sis? btw,kok u belum buat FS sih??
    Jesus Bless U sis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: