Skip to content

Berdoa Untuk Orang yang Menyakiti Kita

May 16, 2007

Teman – teman, masi ingatkah tentang hukum yang pertama? Ya, “kasihilah Tuhan Allahmu……(Markus 12:29-31)”, lalu hukum yang kedua? Ada di ayat selanjutnya : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kemudian dikatakan bahwa “Tidak ada yang lebih utama dari kedua hukum ini”. Kita tentu mengasihi Tuhan kita, ya dengan hati kita, dengan jiwa dan kuat kita. Lalu apakah kita juga dapat mengasihi sesama kita?

 Minggu ini, kita sama -sama akan belajar untuk dapat mengasihi sesama kita. Teman – teman mungkin dapat berkata ” ya, aku mengasihi sesama ku, aku mengasihi keluarga ku, aku mengasihi teman – teman ku,  aku mengasihi sahabatku, guruku, ……..dsb” . Ya, tentu kita dapat dengan mudah mengasihi orang – orang yang juga mengasihi kita., kita tentu tidak sulit mengasihi mereka yang baik kepada kita, kita tentu dapat mengasihi mereka yang kita kenal, lalu apakah arti sesama hanya kepada “mereka-mereka” yang kita kenal dan mengasihi kita saja? Apakah orang lain di luar sana, misal tetangga, atau orang yang sekedar lewat  di depan rumah, atau bahkan para orang- orang yang tidak mampu yang hidup dipinggir jalan bukan sesama? Yang dimaksud dengan Firman Tuhan dengan kata “sesama” adalah semua manusia bukan? Sudahkah kita mengasihi mereka? Pernah mendengar  pepatah “tak kenal maka tak sayang”? Kita tidak mengenal mereka?Tuhan Jesus berkata bila kita memberi kepada sesama kita yang kekuranagn itu berarti kita memberi untuk Dia, sementara kita tentu kenal dan sangat mengasihi Jesus bukan?
Ya, memang tidak mudah, maka mari kita sama-sama belajar. Akan tetapi yang ingin aku sharing pada minggu ini adalah menngasihi justru kepada mereka yang menyakiti kita. Orang yang menyakiti kita juga adalah sesama kita bukan? Ini sama sulitnya. Jika kepada sesama yang tidak kita kenal sulit karena kita tidak “kenal” secara pribadi, justru kepada mereka yang menyakiti kita, kita kenal, hanya saja dapatkah kita mengasihi mereka?

Aku mau sharing bagaimana Tuhan membebankan aku untuk dapat mengasihi orang – orang yang menyakiti aku. Teman – teman, dalam setengah tahun belakang ini aku mengalami peristiwa yang benar – benar mengubah hidupku. Tuhan telah menanggalkan segala “kesombongan dan kekuatan”ku, aku dijadikan nol. Impianku dan segala upayaku untuk mencapai impian itu dihancurkan oleh Tuhan. Dalam peristiwa itu, ada seseorang yang benar – benar yang menjadi bebanku. Aku memang tidak begitu mengenal dia, tetapi aku tahu tentang dia. Aku kepahitan terhadapnya. ia merampas semua yang aku miliki. Ia mengambil hal yang paling penting dan aku kasihi dalam hidupku. Membuat aku putus harapan. Dan tiap saat aku merasa sakit hati tentang dia, “setiap saat”. Sekarang aku dalam proses untuk menyusun kembali apa yang telah dihancurkan dari hidupku. Dalam proses ini, aku mengalami banyak peristiwa. Dalam seminggu terakhir inipun aku telah ditipu, dimuslihat, dibohongi oleh teman yang aku kenal. Ya, minggu ini benar – benar Tuhan kasi beban yang berat untuk aku. Tetapi Tuhan mau ajar aku, bagaimana aku bisa meninggalkan semua beban ini. Tuhan kasi tahu aku : Mat 7 :1, yaitu bahwa aku tidak boleh menghakimi. Mereka yang berbuat “salah” kepadaku, belum tentu salah bila dipandang dari kacamata dirinya atau orang lain. Peristiwa buruk yang aku alami belum tentu buruk bagi dia, belum tentu suatu “hal yang patut disalahkan”. Maka Tuhan ajar aku supaya jangan menghakimi mereka, percaya bahwa Tuha itu adil, dan Ia yang akan membela perkaraku, bukankah orang yang percaya kepadaNya tidak akan dipermalukan? Akan tetapi belum selesai sampai di sana, Tuhan bilang bila aku mau menanggalkan bebanku,”berdoalah”untuk mereka. Ya ampun, kita semua tahu, hal itu tidak mudah…bahkan sangat sulit. Ya, beberapa hari ini aku belajar untuk memaksa dirikku berdoa buat mereka. Sedikit demi sedikit kelagaan timbul setelah aku bisa menyebut “nama” mereka dalam doaku. Mungkin sekarang belum sepenuhnya, tetapi perlahan Tuhan pulihkan aku.  

Teman – teman, mari sama-sama kita belajar untuk berdoa buat orang yang menyakiti kita. Firman Tuhan dalam Lukas 6:27 berkata :”Tetapi kepada kamu yang mendengarkan Aku, Aku berkata : kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada mereka yang membenci kamu; mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kamu;berdoalah bagi mereka yang mencaci kamu. Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga pipimu yang lain, dan barang siapa mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. “. Ayat ini pasti sering kita dengar, tetapi sedikit yang bisa melakukan, benarkan? Mari kita sama – sama belajar. Lalu apa untungnya untuk kita berbuat demikian “susahnya” sementara yang enak orang itu? Yang pertama, kita dipulihkan. Yang kedua, dalam Lukas 6 :35 berkata :”Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak – anak Allah Yang Maha Tinggi., sebab Ia baik kepada orang – orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang – orang jahat. hendaknya kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”.

Ya, upah kita akan besar! Kita cukup percaya bahwa Tuhan akan ada untuk membela perkara kita. Ia adalah Bapa kita, bila bapa kita di dunia ini begitu melindungi anaknya, masa kan Bapa kita di surga tutup mata atas apa kita alami? Ia akan mengganti apa yang telah diambil dari pada kita. Dalam Yoh 20:16, Yesus berkata ” Aku berkata kepadamu sesungguhnya kamu akan menagis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira, kamu akan berdukacita, tetapi duka citamu akan berubah menjadi sukacita.“. Lalu pada Yoh 16:22 ; “Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira,dan tidak seorangpun yang dapat merampas kegembiraan itu daripadamu.”

Mari kita bersama – sama belajar untuk mengampuni dan memulihkan hati kita, bahkan berdoa dan memberkati mereka yang menyakiti kita.

Jesus Bless You

2 Comments leave one →
  1. ghe permalink
    January 8, 2009 9:45 am

    Memang mengasihi orang yang telah menyakiti kita adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Mengampuni adalah pilihan. Maukah kita hidup dalam kepahitan yang hanya merugikan diri kita sendiri. Tuhan memberikan perintahnya agar kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita, tentu punya maksud dan tujuan yang baik bagi kita.
    Bayangkan jika kita terus hidup di dalam kepahitan akan masa lalu, kita tidak bisa maju, tidak bisa berkembang, kesehatan terganggu, dan sebagainya.
    Tujuh kali orang tersebut berbuat salah dan meminta maaf kepada kita, maka 7×70 kali kita harus memberikan maaf kepadanya.
    Setiap kali ia datang meminta maaf, maka setiap kali itu pun kita memberi maaf.
    Penderitaan yang kita alami tidaklah lebih besar dari apa yang telah dialami Yesus,saat Ia disakiti, ditinggalkan, sendiri menanggung derita, sepi, dan sebagainya.

    Saya pun November kemarin mengalami sebuah kejadian yang sangat menyakitkan oleh seseorang. Kata-katanya sangat menusuk dan tidak memperhitungkan perasaan saya. Sesakit apa itu, seakan dia tidak mau tahu. Yang penting enak bagi dia. Terserah saya, enak apa tidak buat saya. Dia tidak mau tahu.
    Sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit sekali, sampai air mata ini mengalir deras bak air terjun.
    Sampai saat ini pun dia masih mengunjungi saya, seperti tidak ada kejadian apa-apa di antara kami. Saya tetap menerima dia, tetapi saya sekarang lebih menyerahkan semua dalam kendali TUHAN YESUS.
    Saya meminta kekuatan dari-Nya agar dimampukan mengampuni dan mengasihi dia seperti dulu. Tidak ada yang berubah.
    Susah memang, tapi saya harus bisa. Saya tidak hanya ingin tahu firman, tapi ini kesempatan saya untuk melakukan firman TUHAN dan menunjukkan kepada-Nya bahwa saya punya TUHAN yang selalu menyertai saya.
    Kita tidak tahu bagaimana TUHAN bekerja bagi orang yang telah menyakiti kita. Tetapi satu hal yang saya percaya, bahwa dengan kasih dan kebaikan yang kita lakukan, yang kita balas kepada orang yang menyakiti kita, maka tidak ada yang mustahil orang itu dapat diubahkan TUHAN.
    Tetaplah berbuat kasih dan kebaikan kepada siapapun yang menyakiti kita dan berdoalah bagi mereka.

    Cara membalas dendam yang terbaik adalah mengasihi.

  2. ghe permalink
    January 8, 2009 10:04 am

    saya siap sharing dengan saudara-saudara. saling menguatkan di dalam Tuhan.
    No.saya : 081524264957

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: