Skip to content

Bagaimana Menentukan Pilihan Dalam Hidup

May 19, 2007

Kita sudah tahu, bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan. Lalu bagaimana kita tahu pilihan yang terbaik buat hidup kita? Bagaimana kita tahu, kapan kita harus berbelok ke kiri, atau berbelok ke kanan? Bagaimana kita tahu bahwa jalan yang kita ambil bukan jalan yang salah? Bagaimana kita mengetahui rencana Tuhan dalam hidup kita? Jawabannya cuma satu hal simple, yang mudah sekali dilakukan tetapi sering kali kita lupakan, yaitu “berdoa”.

Ya, dengan berdoa sebelum kita mengambil jalan, berarti kita sudah melibatkan Tuhan dalam rencana kita. Namun apakah hanya berdoa tok, kita akan dengan pasti mendapatkan jalan terbaik? Bagaimana kita tahu jawaban Tuhan atas jalan yang akan kita pilih ? Kembali kepada keintiman kita dengan Tuhan, dan kepatuhan kita kepada FirmanNya. Dengan berdoa, kita sudah melibatkan Tuhan atas pekerjaan kita, artinya kita sudah “minta ijin” kepada Bapa kita. Dengan berdoa, Tuhan pasti kasi jalan keluar dan jawaban yang tepat. Jangan mengambil keputusan sendiri, justru akan menjerumuskan kita ke dalam suatu masalah. Jalan yang nampak lurus, belum tentu berujung kepada kebenaran. Andalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita. Firman Tuhan berkata ; ” Jadilah tenang dan berdoa.”. Artinya kita harus berdoa dan merenungkan baik-baik jalan yang akan kita ambil. Kta harus memikirkan positif negatif dari suatu keputusan, apakah sesuai dengan FirmanNya. Dengan menjadi ‘tenang’, berarti kita tidak asal memutuskan di saat pikiran kita sedang kacau, Tuhan menyuruh kita tenag dahulu supaya kita dapat memutuskan dengan akal sehat, lalu bawa keputusan itu ke dalam doa.

Jika kita ‘sudah ‘ salah jalan, kita telah terlanjur berdosa dengan memilih jalan yang tidak sesuai kehendakNya, bagaimana? “Bertobat”. Bertobat bukan berarti pemabuk berhenti dari minum-minum, penjudi berhenti dari judi, bertobat bukan hanya untuk orang yang belum mengenal Dia, tetapi untuk kita semua. Pengertian bertobat bukan hanya ‘stop’ berbuat dosa, dan ‘berbalik’ kepada jalannya Tuhan, tetapi juga ‘convert’, atau penyesuaian hidup kita dengan kehendak Tuhan. Jadi, misal seorang perampok harus bertobat, bukan hanya dia berhenti merampok, dan dia berbalik kepada Tuhan dengan berlaku hidup dengan penuh kebaikan, tetapi juga hidup dengan’benar’ sesuai kehendak dan Firman Tuhan. Bukankah kita diselamatkan bukan karenan kebaikan kita, melainkan kasih karuniaNya?
Mudahkan? Kalau ada yang mudah, buat apa dibuat susah. Buat apa kita pergi ke peramal, buat apa kita datang ke orang pinter atau dukun. Buat apa kita susah – susah cari buku astrology, bukankah kita punya Tuhan yang Maha Tahu? Dia mengenal pribadi dan jalan – jalan hidup kita lebih dari yang kita tahu.

^_^

JBU

4 Comments leave one →
  1. fiRst permalink
    July 22, 2007 4:15 pm

    Hmm,,
    tengs bgt iaa renungannya
    ini emang hal t’penting dan plg srg t’lupakan..

    Jesus Bless U !!

  2. sairinaldo 74yung permalink
    November 2, 2010 5:33 pm

    pilihan hidup di atas me,buat saya menja di lebih tau menentukan pilihan saya…

    GBU

  3. beby permalink
    August 9, 2012 11:36 pm

    kalo mau shre online dmana ya

  4. September 10, 2012 4:39 pm

    akhirnya aku bisa menentukan pilihan yang tepat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: