Skip to content

Masa Lajang?

June 11, 2007

alone

Teman – teman, pernah nonton film “Jomblo”? Selain di bioskop, juga sampe ada tv seriesnya. Di masa sekarang ini seorang jomblo, alias orang belom punya pacar tu seperti dikucilkan. Para jomblo dianggap gak laku, kacian de loe… gitu deh… Terus apa ini juga berlaku untuk para playboy/playgirl yang gak punya pacar, tetapi bukan karena gk laku, melainkan karena gk mo terikat komitmen?

Pandangan dunia tentang pacaran zaman sekarang ini sudah berubah. Zaman sekarang melihat pacaran sebagai sebuah trend. Padahal pacaran itu sebenarnya adalah step awal dari masa menuju ke pernikahan, bener gak? Pernikahan adalah hal yang serius, soalnya menyangkut ‘the rest of your life’. Apa mau selamanya ntar nyesel gara – gara salah pilih pasangan hidup? Pasti gak mau, maka cermat memilih calon pasangan hidup, dan hati – hati selama menjalani masa pacaran itu. Karena pacaran bukan berbicara tentang saat ini dan atau satu dua tahun ke depan, tetapi sepuluh tahun, duapuluh tahun, lima puluh tahun, sampe sisa umur kita ke depan.

‘Cermat memilih calon pasangan hidup’, maksudnya apa? Ya, kalo kita memilih pasangan, jangan asal pilih. Lihat kriteria pasangan hidup dari Tuhan. Jangan memilih berdasarkan kriteria dunia; bibit, bebet, bobot gitu. Doakan dahulu sebelum mengambil langkah. Waw, kok malah bahas tentang pacaran seh? Yang mau dibahas tentang ‘JOMBLO’nya. Stop tentang pacaran, nanti baru dibahas lagi. Sekarang tentang jomblonya dulu.

Temen – temen, bener gak klo jomblo pada zaman sekarang ini dianggap “kacian” gitu? Apa bener kalau gak punya pacar berarti gak gaul dan gak laku gitu? Terus untuk menghindari predikat jomblo, banyak anak muda yang berlomba – lomba untuk cari pacar. Orientasi persahabatan hanya untuk mendapatkan pacar.

Masa pacaran adalah sebuah kasih karunia Tuhan, dimana kita memperolah kesempatan untuk berbagi berbagai hal dengan calon pasangan hidup kita. Akan tetapi perlu kita sadari bahwa masa lajang juga adalah sebuah kasih karunia. Masa lajang bukanlah sebuah kegagalan apa lagi ‘kutukan’ yang perlu ditakuti. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dan kita peroleh di masa lajang, yang tidak dapat dilakukan dan diperoleh pada masa pacaran.

Pada masa lajang, kita akan memperoleh lebih banyak waktu dan energi yang tidak kita miliki selama masa pacaran. Waktu dan energi ini dapat kita konsentrasikan untuk berbagai hal, seperti mengembangkan diri kita. Selama berpacaran, pasangan umumnya akan mengisolasi diri, mereka akan menjadi ekslusif. Hal ini berbahaya, karena menyebabkan masing – masing pribadi dari pasangan tersebut kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri masing – masing. Misal saja kehilangan konsentrasi dalam belajar, atau melayani Tuhan, akibat dari waktu dan energi terlalu difokuskan untuk berpacaran. Mereka kehilangan kesempatan mengembangkan diri melalui interaksi dengan orang lain. Mereka juga sering kali lalai dalam mengembangkan potensi diri menghadapi masa depan.

Jadi apa pacaran itu salah? Tidak, pacaran adalah sebuah kasih karunia, tetapi masa lajang juga adalah sebuah kasih karunia Tuhan. Tuhan kasi kesempatan yang gak kita punya selama kita berpacaran. Ada pepatah yang mengatakan : ” Jangan sibuk melakukan segala sesuatu karena keadaan lajangmu, tetapi lakukanlah sesuatu dengan masa itu.” Jadi jangan kita jadi sibuk karena ingin mengisi masa lajang kita, tetapi kita gunakan kesempatan pada masa lajang kita untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan pada masa lainnya. ‘Sesuatu’ itu bukan berartihal yang negatif, justru harus dimanfaatkan untuk hal yang positif yang bisa mempunyai nilai lebih untuk kehidupan kita di masa mendatang.

Pada kenyataannya di dunia ini sering terjadi ‘mumpung’ lagi lajang, mari kita melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan nanti setelah punya ‘komitmen’. Yang dimaksud di sini bukanlah hal yang negatif. Misal dalam hal pertemanan dan persahabatan. Sering kali komitmen menjadi batasan terhadap persahabatan, maka masa lajang dianggap masa dimana bisa berteman dengan siapa saja tanpa ada kekangan. Jika demikian maka komitmen menjadi sesuatu yang menyiksa dan bernilai negatif. Komitmen menjadi kehilangan ‘artinya’. Padahal dengan adanya komitmen antar dua orang, berarti satu sama lain akan teguh berpegang pada komitmen itu, tanpa adanya ‘penyelewengan kepercayaan’, tentu ini jika komitmen itu benar – benar dipegang. Ini masalah hati dan kepercayaan yang bersifat subjektif.

Komitmen sesungguhnya bukan sebuah rule atau peraturan yang perlu ditaati, bukan pula sebuah kekang yang membatasi, komitmen sesungguhnya adalah perjanjian yang dipenuhi kesungguhan untuk dapat saling,berbagi, setia, dan percaya. Komitmen yang menjadi kekang sesungguhnya adalah komitmen yang salah, karena komitmen itu berorientasi kepada keegoisan salah satu individu untuk memiliki dan mendapatkan sesuatu. Sementara sebenarnya kasih dan cinta yang mendasari komitmen itu bersifat memberi, bukan mendapatkan.

Komitmen yang benar adalah sesuatu yang menjadi dasar yang teguh untuk menjalani pernikahan nanti. Sekali lagi, jangan bermain – main dengan komitmen, ini bukan tentang satu – dua tahun ke depan, tetapi akan berpengaruh selama sisa hidup kita. Maka, Jangan kita berani membuat komitmen jika kita tidak siap untuk peristiwa yang dinamakan pernikahan. Ini adalah sebuah prinsip kecil yang perlu diterapkan. Bukan berarti kita harus menikah dengan orang pertama ketika kita membuat komitmen, hanya saja mari kita belajar untuk dapat lebih menghargai komitmen sebagai sesuatu yang ‘besar, berharga, dan berarti’, sehingga kita akan lebih dan sangat menghargai masa lajang kita. Dan pernikahan kita nanti pun akan lebih berarti karena komitmen yang lebih berharga dan berarti.

Kita tidak perlu merasa takut, malu, minder dan rendah diri bila kita lajang alias jomblo. Lajang adalah sebuah karunia dan kesempatan yang Tuhan beri untuk kita. Jangan takut bahwa nanti bisa – bisa kita menjadi lajang seumur hidup. Tuhan itu sudah punya rencana, ‘blue print’ tentang kehidupan kita, yang jelas itu adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Bila kita belum mendapatkan apa yang kita rasa baik saat ini, itu berarti Tuhan punya sesuatu yang jauh lebih baik, bahkan terbaik yang akan Tuhan berikan nanti.

Itu aja yang bisa aku bagi kali ini. Semiga menjadi berkat buat teman – teman.

JBU

One Comment leave one →
  1. ipank permalink
    November 8, 2007 6:05 pm

    hiks gw terharu …….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: