Skip to content

Kesetiaan

July 31, 2007

Teman – teman tau apa itu kesetiaan? Bagi kalian yang sudah punya pacar alias pasangan hidup, apa lagi tunangan, pasti ngerti apa itu kesetiaan. Menurut kalian kesetiaan itu seperti apa? Jika pasangan kalian tidak selingkuh? Jika pasangan kalian terus menemani jika teman – teman ingin kemana saja? Jika pasangan selalu memberi dan melakukan apa pun yang kita minta?

 

Sekarang mari kita buka sedikit cakrawala kita. Ok, pasangan tidak selingkuh, tapi apa dia pasti setia? Apa buktinya besok2 dia tidak akan pernah selingkuh? Bingung? Ya ini masalah kepercayaan! Terus kalo suka cuci mata apa itu sudah termasuk selingkuh? Pasangan kalo jalan – jalan suka jelalatan matanya. Ada yang bilang gak apa – apa, toh cuma hiburan dan pasangan gak selingkuh, tapi ada yang bilang itu sudah tanda – tanda pasangan gak beres. Jadi mana yang bisa dibilang benar?

 

Misal pasangan kita baik sekali, kita mau ke mana aja dianterin, mau apa aja dikasi, mau makan apa aja dibeliin, pokok-e setia terus di sisi kita, setia ni ye… Mo ke wc aja ampe ditemenin dan ditungguin di depan pintu. Apa ini setia? Sampe kapan tu pasangan akan terus seperti ini? Gak bakal bosen toh? Ini pasangan atau supir? Ato malah satpam?

 

“Pokoknya kalo pasangan gak macem – macem, dia setia!” Eitttt, yakin? Di depan baik, di belakang mana tahu. Dalamnya laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu? Terus gimana dounk? Saya Bukan mau buat teman – teman tidak percaya kepada pasangan masing – masing. Hanya mari kita belajar untuk menjadi seorang yang setia.

 

Mari kita lihat apa kata Alkitab :

Lukas 22 : 28 Kamulah yang tetap tinggal bersama – sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.

 

Tuhan Yesus mendefinisikan orang – orang dalam hal ini murid yang setia adalah mereka yang tetap tinggal bersama dengan Dia dalam menghadapi cobaan. Jadi, kesetiaan baru dapat teruji bila mengalami cobaan. Sampai di sini teman – teman mengerti maksud saya?

 

Benar pasangan yang setia itu tidak selingkuh, mau terus menemani kemana pun kita pergi, tetapi itu baru dasar dari kesetiaan. Tidak selingkuh hanya sebagai salah satu dari wujud kesetiaan. Orang yang setia pasti tidak selingkuh, tetapi orang yang tidak selingkuh belum tentu setia. Apalagi kalo selingkuh, jelas benar2 tidak setia. Bingung gak? Gimana mau setia, kita lagi happy aja mau cari yang lebih happy lagi di luar, apalagi klo kita lagi susah, kabur dah….

 

Ketika pencobaan datang, sebuah masalah yang sangat besar menimpa kita, masalah yang buat semua orang menjauhi kita, masalah yang buat orang takut berada di dekat kita, pokoknya dalam kondisi terburuk, apa doi masih mau menemani kita, bersama menanggung penderitaan itu?

 

Saya tidak ingin mengajak teman – teman menghakimi orang lain apalagi pasangan teman – teman, tetapi saya mau mengajak teman – teman menilai diri sendiri, apakah saya akan ada untuk pasangan saya ketika badai datang? Apakah saya sudah pentas disebut sebagai orang yang setia?

 

Semoga menjadi berkat.

 

Jbu

One Comment leave one →
  1. Sandra permalink
    January 19, 2009 9:17 am

    Guys..,kalau jadi saya minta ijin untuk pinjem artikel ini yah untuk di sisipkan dalam buletin remaja di greja saya. Mungkin nanti ada editan sedikit. Thanks b4. GBu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: