Skip to content

Belajar Lebih Menghargai

September 10, 2007

“Apa yang mudah didapat, mudah dilepas, dan apa yang sulit diperoleh akan lebih dijaga…”

Kalimat di atas, bener gak?? Kita sering kali bersikap dan berprilaku demikian. Sesuatu yang kita peroleh dengan mudah, biasanya akan kita sia – siakan. Di buang juga tidak apa – apa, toh gratis ini. Tetapi klo sesuatu itu didapat dengan kerja keras, sulit, penuh jerih payah, maka kita akan lebih menjaga dan merawatnya, betul ??

Contohnya, sering kali kita melihat orang makan nasi tidak habis, lalu dibuang. Toh,nasi berlimpah, klo beli nasi sepring cuma Rp2000 – Rp 3000… Itu pun bisa dibilang gratis, artinya dari orang tua. Coba kita lihat bagaimana di daerah yang kelaparan. Nasi mau sampe basi pun akan tetap dimakan. Karena nasi sulit sekali diperoleh. Petani yang menanam nasi tahu betapa susahnya mengolah bibit menjadi padi gabah, lalu menjadi beras, maka mereka menghargai setiap butirnya. Sementara kita yang tinggal menikmatinya sering kali gak bisa menghargai, gak abi tinggal buang, besok masak lagi, beras banyak…

Contoh lain, misal anak yang di sekolahkan orang tuanya, tetapi tidak mau belajar dengan giat. Dia malas2an. Padahal sekolah itu untuk masa depannya sendiri. Coba bandingkan bagaiaman dengan mereka yang sekolah dengan biaya sendiri, hasil kerja sendiri. Mereka akan berusaha belajar lebih giat dan berusaha berhasil, agar jerih payah dan biaya yang mreka keluarkan tidak sia – sia.

Teman – teman, itu hanya contoh kecil yang ada dalam kehidupan kita. Kalimat bijak di atas bukan sembarangan, toh itu adalah realita dalam kehidupan kita. Sadar atau tidak sadar, kita sudah banyak menyia – nyiakan hal yang sebenarnya berharga dalam hidup ini.Coba renungkan, entah itu adalah barang, atau kesempatan, atau orang – orang yang kita kasihi seperti saudara, teman, keluarga, atau banyak sekali “hal baik” yang sudah kita buang seakan tak berarti. Ada saatnya ketika “hal” itu hilang, dan tidak dapat kita peroleh dengan mudah, kita baru menyadari pentingnya “sesuatu” itu. Kita anggap sepele, kurang bernilai, kurang berharga, tetapi saat ia hilang, maka kita baru menyadari arti dan nilainya.

Mungkin saat kita sulit mendapatkan beras, kita baru akan lebih menghargai setiap butir nasi putih yang terhidang di meja makan kita. Mungkin saat orang tua tidak lagi mampu membiaya sekolah, anak itu baru akan menyadari bahwa sekolah itu penting, dan ia baru akan berusaha belajar lebih giat. Tapi penyesalan itu selalu datang terlambat. Saat sudah hilang, ingin diperoleh lagi tentunya tidaklah mudah. Butuh kerja keras, itu pun “klo” berhasil.

Saat ini, aku mau mengajak teman – teman, mari kita lebih menghargai segala hal kecil yang ada dalam hidup ini. Mungkin itu harta benda, segala yang kemaren tampak biasa, mari kita belajar menghargai bahwa setiap itu adalah hasil jerih payah orang tua. Atau setiap makanan, bukan didapat secara mudah dan gratis. Bukan hanya sekedar uang untuk membeli makanan, tetapi kerja keras untuk dapat menghasilkan makan tersebut. Mungkin setiap orang yang menyayangi kita, hargai dan kasihi mereka lebih, karena bisa saja ada saatnya kita kehilangan kasih mereka. Belajarlah menghargai lebih,“treasure more,” maka kita kan bisa belajar mensyukuri hidup ini.

JBU

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: