Skip to content

Bagaimana Mencapai kebahagiaan Dalam Hidup

November 9, 2007

Seorang wanita berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Suaminya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap. Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, “aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, ” katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.
“Bu, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.” ” Hal itu tidak ada hubungannya, “dia menjawab. “Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang asih berfungsi.
Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, ku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan
semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.”
Terima kasih padamu sahabatku yang telah mengisi bank kenanganku, aku sedang menyimpannya.

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)
 
from : “Mary Fang” <mary_f4ng@yahoo.com>
2 Comments leave one →
  1. Maria permalink
    March 3, 2008 10:46 am

    Didunia ini kalau kita menempati kamar yang kecil, pengap. Yah pura-pura ajalah. Maksudnya kita ini kan sebenarnya kaya, karena Bapa kita kan orang terkaya hari ini sampai selama-lamanya. Rumah kitapun di surga sangat indah. Jadi pura-pura ajalah, karena sebenarnya kita itu kaya. He he he…. Kan juga cuman sebentar. Betul? jadi take it easy.

  2. ANDRY h permalink
    September 1, 2010 12:47 pm

    Hidup adalah laksana pemeran sinetron , jadi taatilah sutradara agung kita Tuhan Yesus Kristus yg pasti akan membuat film kehidupan kita happy ending….Terima kasih Tuhanku utk hidup ini, ajar kami menghitung hari2 umur hidup kami dibumi yg singkat ini , biarlah kami merasakan kebahagiaan karena penyertaanMu, Tuhan engkaulah gembalaku, takkan kekurangan aku….Pujilah Dia hai segenap ciptaannya ..JBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: