Skip to content

Semua Itu Baik

February 26, 2008

“Semua itu baik,” setuju gak? Mungkin sebagian besar akan bilang setuju, tetapi ada juga yang enggak. Kontroversi dan beda pendapat adalah hal biasa dalam kehidupan. Perbedaan menyebabkan hidup lebih menarik untuk di jalani, betul? Coba bayangin klo semua orang di dunia ini memiliki hanya satu agama, sat pendapat, satu pikiran, wa… hidup ne kayak robot, ga asik. Dengan adanya perbedaan maka kit dapat saling mengisi dan melengkap, betul?

Udah, menyimapng tu dari judul. Kembali ke smua itu baik, setuju ga setuju, harus terima. Mungkin ada yang protes, ah, gak smua baik, hidup saya malang. Keluarga berantakan, studi ngawur, ekonomi gak beres, jodoh gak jelas, masa depan suram, gimana saya mo bilang semua itu baik?? Loh loh loh…stop dulu, klo sampe separah itu, ada kutuk pak, silahkan hubungi pelayanan pelepasan di gereja terdekat. Wah, menyimpang dari topik lagi.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, itu semua untuk kebaikan. Mungkin sesekali kita gagal, mungkin kita kurang beruntung jika dibanding orang lain. Sering kali kita merasa iri dalam hati kita, andai aku seberuntung dia. Sering bisikan di dalam hati, kok hidup ku begini sih, kokbegitu sih. Tapi percayalah teman – teman bahwa rancangan Bapa di Surga adalah rancangan yang mendatangkan kebaikan, rancangan yang sempurna dan tidak pernah gagal.

Terus klo memang rancangannya baik, kok begini? Kalo Tuhan rancang gak begini, mungkin seperti itu aja deh, hidup ku akan lebih baik. SALAH Saudara. Tuhan mengenal setiap pribadi kita lebih dari siapapun, lebih dari diri kita. Dia telah mengerti setiap sudut hatimu bahkan sejak kau dalam kandungan ibumu.

So, klo keluarga berantakan, ato klo usaha gagal, studi hancur, ato jodoh gak jelas, masi bisa dibilang baik? Baik dari mana? Dari hongkong? Ya, semua itu baik. Kenapa? Dari setiap peristiwa, entah apakah peristiwa itu baik atau buruk menurut kita, ada hal yang mau Tuhan ajar kepada kita. Ada sesuatu yang indah yang Tuhan mau tiap kita untuk bisa kita mengerti. Dan semua itu baik adanya, sekarang tergantung kita, apakah kit bebal atau tidak? Mau belajar atau tidak? Mau didik atau tidak?

Soal hidup, kita itu masi seperti anak kecil Saudara, ibarat anak SD dan Tuhan yang menciptakan kehidupan .melebihi profesor donk, Tuhan mo ajar kita tentang pelajaran kehidupan. Anak SD mo debat lawan profesor? Kita sering kali sok tau, padahal kita gak taw apa – apa. Kita hanya sedikit ‘mengintip’ apa yang namanya HIDUP itu. Just a little peek and u know anything? Kita belum melihat keseluruhannya, the whole package. Semua yang kita rasakan, apa yang kita dengar, apa yang kita lihat itu baru sebagian dari kehidupan, betul?

Sering kali manusia itu hanya mengingat dan mengabarkan hal yang buruk, yang baik dilupakan. Misal suami isteri bercerai (jangan ya!), si suami kemana – mana bilang mantan isterinya cerewet, galak banget, klo ngomel dah kayak burung beo. Si isteri bilang si suami itu orang nya egois, apa – apa maunya sendiri, keras kepala, gak peduli sama keluarga. Banyak sekali kejadian seperti ini saudara. Setelah cerai yang diinget yang jelek – jelek. Mereka gak inget yang baik dan bagus. Misal si mantan isteri walau cerewet tetapi sayang sama keluarga, sayang suami sayang anak. Si mantan suami walau egois, tetapi setia dan jujur, sesekali dia bisa romantis. Hal baik itu gk pernah diceritain ke orang. Itulah jeleknya manusia.

Kembali lagi, apa hubungannya dengan semua itu baik? Sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah peristiwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita tidak pernah lepas dari rencanaNya yang sempurna. Mari kita sama – sama belajar hal berikut ini :

Malam yang gelap ada agar kita bisa mensyukuri datangnya pagi,

Air mata diciptakan sehingga kita bisa tertawa,

Kesalahan dibuat sehingga kita bisa membedakan hal yang baik dan yang buruk,

Kemarahan ada sehingga kita bisa belajar memaafkan,

Kemalangan hadir agar kita bisa belajar bersyukur.

Tuhan Berkati,

One Comment leave one →
  1. Andry H. herijanto permalink
    May 8, 2010 7:29 pm

    Memang dunia ini dgn segala problemnya mempunyai keindahan sesuai dgn pandangan kita yg mempunyai hikmat dari Penciptanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: