“Tuhan Memulihkan Hidupku,” itu adalah ucapan syukur yang ingin saya ungkapkan. Mungkin ini sekedar share ringkasan kehidupan saya 5 tahun belakangan ini.

Saya dari Palembang, Sumatera Selatan, datang ke Jakarta tepatnya bulan Mei 2004. Saat itu saya datang dengan sejuta mimpi dan harapan. Saya masuk UPH jurusan Teknik Sipil, dengan grade A, setidaknya merupakan kebanggaan terbesar saya saat itu.

Kuliah di tempat bagus, sambil kerja pula. Saya kerja di bagian finance, sekaligus admin, sekaligus ticketing, wah serabutan di salah satu perusahaan Travel. Maklum, travel tempat saya bekerja bukan perusahaan yang cukup besar. Intinya saya adalah tangan kanan bos saat itu. Untuk urusan intern, saya penghubung bos dengan teman sekerja lainnya. Dan saya juga mewakilkan perusahaan untuk urusan eksternal.

Saya juga sudah punya kekasih yang menurut saya cantik banget, imut manis, sayang benget ama doi pokoknya. Sekolah sukses, kerja ok, pasangan hidup ok juga, nah apalagi yang kurang? Ini membuat saya lupa akan Tuhan. Sombong seh, jadi Tuhan marah. Ditegor pelan  – pelan, saya gk mo denger, disentil gk jera, ditabok Tuhan baru sadar akhirnya.

Tuhan ambil satu persatu apa yang aku banggain. Pertama studi ku mulai berantakan. IP jeblok, nasakom (nasib satu koma). Lalu kerjaan berantakan, akhirnya saya keluar dari kerjaan. Dan yang terakhir saya ditinggal orang yang paling saya sayangi. hueeeeeeeeeeeeeeeee….

Saat itu, hidup saya bener – bener berantakan. Ga punya pegangan, gk punya tujuan lagi, semua planning rusak total. Baru saya ingat Tuhan. Saat sendiri, saat gk punya apa – apalagi, Tuhan tu mau tunjukin sama kita bahwa Dia bisa kita harapkan saat yang lain tidak bisa. Tuhan pulihin pelan – pelan cermin diri saya. Dia kasi saya visi, ‘melayani’, tapi apa? Melayani itu harus berdasarkan hati, dengan hati baru bisa jika kita sukai. Tuhan tiba2 kasi saya visi melayani dengan tenologi, audio visual. Maka saya berdoa agar dikasi hikmat, saya melayani dengan slide, membuat slide2 rohani. Tp gimana distribusinya? Saya pertama pake CD kasi ke orang – orang, tp mahal juga. akhirnya Tuhan kasi jalan, nie pake web. Tuhan kasi saya hikmat, saya diajarin Roh Kudus tentang  web, tadinya gk ngerti apa2, akhirnya bisa de pake wordpress.

Tuhan terus banyak ajarin aku, kasi aku hikmat, kasi aku visi, yang aku tuang ke dalam blog ini. Tuhan banyak kasi aku nubuatan, pemulihan yang akan terjadi dalam hidupku. Aku imanin aja, rajin doa.

“Rencana Tuhan melalui blog ini begitu indah”, banyak teman – teman yang menjadi berkat buat aku melalui blog ini. Sist Mary, Watin, WStep, temen2 FA, budi dkk, cc ku yang paling baik cc yulie, dll semua kenal dari blog ini. Tuhan membantu pemulihan ku melalui mereka.

Lalu satu persatu aku mulai dipulihkan. Studi ku membaik, dilanjutkan orang yang paling aku sayang akhirnya pulangggggggggg, ya, kekasihku balik. gk cuma itu, plus bonus, aku jadi dekat ama keluarga, terutama papa ku yang slama ini jauh. Dan sekarang Tuhan mulai buka jalan karier ku. AMIN

yang ingin aku share di sini adalah Tuhan gk pernah biarin kita jatoh, dan Dia bukan gk peduli. Kadang Tuhan biarin kita jatoh dolo buat angkat kita menjadi lebih baik. Melihat saya yang sekarang, saya seakan gk percaya, nubuat Tuhan tentang ‘Sekeping Logam Perak’ yang Tuhan janjikan kepada ku dulu.

Thx Jesus!

Mungkin judul itu adalah sebagian yang dipertanyakan, kok gk pernah diupdate, kok comment gk pernah diapprove, kok gk ada respond dari comment.

Saya bener – bener minta muuf neh, memang belakangan saya gk bisa update. Alasan dan alasan adalah pembelaan yang bisa saya berikan. Salah satunya, 6 bulan belakang ini, saya sibuk menyelesaikan penelitian tugas akhir saya dan mengejar GPA saya. Lalu dilanjutkan dengan kerja, phew, alasannya banyaknya… oooppps, belum, masi ada alasan lain, wordpress skr tambah susah dibuka, berat banget. Bahkan sekarang saya mau upload gambar aja gk bisa, mungkin karena tambah banyak bloger nya.

Di luar itu saya bersyukur banget masi banyak temen – temen yang berkunjung, bahkan kasi comment. Saya bersyukur bukan masalah rate, tapi setidaknya tujuan blog ini berhasil, untuk share dan saling memberkati satu dan yang lain.

Semoga tujuan blog ini bisa terus terwujud ya….

Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC.
Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :
Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.

Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [ Encourage your children to invest ]
Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.
Pesan :
Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [ Encourage your children to start some kind of business ]
Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu.
Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu.
Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.
Pesan :
Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [ Don't buy more than what you "really need" and encourage your children to do and think the same ]
Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.
Pesan
: Jadilah apa adanya. [ You are what you are ]
Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.
Pesan :
Berhematlah [ Always think how you can accomplish things economically ]
Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan.
Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu.
Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.

Pesan : Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [ Assign the right people to the right jobs ]
Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya.
Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham.
Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.

Pesan : Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [ Set goals and make sure people focus on them ]
Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas.
Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.

Pesan : Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [ Don't try to show off, just be your self and do what you enjoy doing ]
Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu.
Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit.
Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.
Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:
Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :
Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.

Hiduplah secara sederhana.
Jangan selalu lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.

Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.

Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan;
gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.

Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri.
Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.

Wah, sudah beberapa lama saya memang tidak mengupdate blog ini, memang teledor saya, karena keibukan neh..

Tiba – tiba saya tergerak membahas sebuah topik sederhana yang telah lama mengganjal di hati saya, yakni cercaan terhadap hamba Tuhan.

Menjadi hamba Tuhan memang gk mudah loh. Banyak ujian, banyak cobaan, hinaan,caci maki, baik fisik maupun mental. Semua memang sudah tertulis di dalam Alkitab kan.  Semoga sedikit tulisan saya bisa membantu meredam, meluruskan, minimum bisa memberi semangat kepada semua teman – teman yang terlibat pelayanan.

Saya akan mengambil sebuah contoh nyata tentang cobaan berat, hinaan, cerca, caci maki buat hamba Tuhan. Pernyataan mengajarkan kebohongan, fitnah, hingga pernyataan sesat sering kali ditimpakan kepada hamba – hamba Tuhan. Bahkan mereka yang telah dipakai Tuhan secara luar biasa.

Sebagai contoh, Pak Gilbert Lumoindong, Pak Daud Tony, Pak Nicko, dll yang merupakan hamba Tuhan yang telah terbukti dipakai Tuhan secara luar buasa “pun” sering dicerca makian. So, buat temen – temen yang sering bergelut dalam pelayanan, dont give up.

Pernyataan cacian tersebut bahkan secara ektrim dilayangkan dalam blog dan situs – situs tertentu. Hm… secara nyata, cacian tersebut bahkan juga datang ke blog ini. Ya… dengan untuk menghilangan kontroversi, tentu saya moderate. Bahkan beberapa temen – temen yang melayani bersama pak Daud Tony dalam Dunia  Roh Ministry berbagi bahwa mereka sering kali mendapat email dengan kata – kata yang kasar dan berkesan menghina. Ironisnya, email – email tersebut datang justru dari saudara seiman (gLEk… phewwww.. capek deh..)

Ok, STOP! Maksud saya di sini bukan ingin memihak apalagi menghakimi atau mempropaganda pihak tertentu. Saya akan mencoba melihat dari sisi ‘orang luar’ berdasarkan iman kristiani yang saya miliki (Tuhan, beri saya hikmat, please…)

Mungkin hak semua orang, masing – masing pribadi untuk memiliki keyakinan, kepercayaan, dan iman masing – masing. Apalagi kita hidup dalam negara majemuk, baik dalam hal kepercayaan, bahasa, suku, ras. Dari kemajemukan ini, mengapa harus timbul perpecahan? Gak ada seorang pun yang bisa melarang. Bahkan kadang justru ini tercampur aduk dengan apa yang namanya ‘prinsip’. Sebagai contoh, ada orang percaya mukzizat, ada yang tidak. Ada yang percaya tahayul, ada yang tidak. Ada yang percaya hantu, ada yang tidak. Lalu semua itu menjadi sebuah ‘fenoma’ ketika dipertanyakan mana yang benar, dan mana yang tidak.
Sebuah pepatah ironis:” Akan lebih rukun sekelompok dukun dalam satu ruangan, dibandingkan sekelompok pendeta dalam satu ruangan.”

Tau apa maksudnya? Yang menjadi masalah di sini, bahkan saya menyatakannya sebagai “masalah utama umat kristen” adalah “TINGGI HATI”. Tinggi hati, sombong, sok tau, sok pinter, sok benar, itulah ’satu keluarga permasalahan’ yang dari dulu menjamur dan tumbuh. Inget, Lucifer jatuh karena tinggi hati. Sering kali kita ketika menjadi umat kristen, berada dalam satu komunitas dengan ajaran tertentu yang sering spesifik, lalu merasa paling benar, lalu merendahkan bahkan menjelekan  komunitas lainnya, betul?

Saya pun dulu pernah terjerumus dalam masalah yang sama. Ketika saya mengenal Tuhan kedua kalinya, kelas dua SMP, belajar melayani di sebuah gereja Bethel. Karena tiap hari ke gereja, melayani, rajin berdoa, baca firman, saat teduh, lalu saya merasa paling benar, paling suci. Saya menghakimi teman – teman saya, bilang kamu sombong, bertobatlah, kamu ini, kamu itu, bla bla bla. Justru saat itu saya yang paling berdosa karena kesombongan saya. Saya sangat malu kalau mengingat saat itu, saya bercermin dan melihat ’salah seorang farisi’ di masa lalu saya. Nah, ini adalah kejadian yang sering terjadi.

Misal, salah satu hujatan untuk pak Daud Tony, bahwa beliau mengajarkan sesat tentang dunia roh, hm… gimana ya… Ilustrasi saya gini, saya seorang tamatan sarjana Sipil, saya bisa bercerita cukup banyak tentang bidang sipil, contoh saja bagaimana momen dan gaya yang bekerja pada sebuah struktur tertentu, dan bla – bla bla… eeeeeiiiiiitttt…. tiba – tiba teman saya yang seorang tamatan arsitek datang, berdebat dengan saya tentang momen dan gaya tadi. Asal tau, sipil lebih kepada hitungan dan analisa struktur, arsitek lebih kepada layout dan nilai estetika struktur. Nah, siapa yang bisa bercerita lebih banyak? Siapa yang bisa lebih dipercaya jika saat itu saya yang sipil dan teman saya yang arsitek memperdebatkan masalah struktur bangunan yang merukana salah satu ilmu teknik sipil?

Nah, analogi serupa saya maksudkan untuk para hamba Tuhan, misalnya pak Daud Tony. Simple, pak Daud adalah salah satu ‘mantan dukun sakti’ kok, beliau tentu tau pasti seluk beluk ilmu perdukunan. Ibaratnya kalo ada sekolah dukun, pak Daud profesornya. Nah, logika aja deh, Jika ada yang berdebat dengan beliau mengenai maslah dunia roh, mana yang bisa lebih dipercaya? Mungkin teman – teman yang kurang atau bahkan tidak sependapat dengan beliau juga tau tentang dunia roh, tapi coba buka pikiran, tambah wawasan. Mungkin sekilas terlihat kok pegetahuan dari Daud tony beda dengan yang saya tau ya? Coba lihat dengan hati dan pikiran terbuka, jangan sempit, pasti ada titik temu.

Dulu jika melihat beton, saya akan bilang itu beton, saya tidak akan percaya bahwa ada baja dibalik beton. Logika saya berpikir buat apa? Wong beton uda kuat masa dikasi besi lagi, buang2 lui (uang). Sampai profesor mengajarkan teori beton tidak bisa tahan tarik, besi bisa. Ini rumusnya, bla bla bla. Saya baru ngerti, oh gitu. Saya ngerti karena saya mau buka pikiran, oh dosen tu profesor loh, dia lebih ngerti dari saya, coba deg saya pertimbangkan teorinya, eh bener ternyata, coba di test, eh bener. Bedanya dengan dunia roh, gk keliatan, beda dengan ilmu pasti. Nah, gitu, klo kita sendiri udah closed minded, susah mau terima yang lain, karena kita sudah terlanjur ekstrim sendiri.

Kejadian serupa juga untuk yang lain, pak Gilbert, pak Nicko, Pak Pariadji. Masalah berkat, mukzizat, kesembuhan. Apa betul sih?

Ok, gimana cara membuktikan mereka betul atao salah, atau sesat, atau ndak? Semua teman – teman yang kristen, saya mau tanya, percayakan nama YESUS punya kuasa? Betul? AMIN??? Nah, uji aja, simple kan. Klo doi – doi sesat, tengking aja dalam nama YESUS! Lalu? Sebenarnya ngapain diributkan, klo mereka memang salah, klo kita bener punya iman sama Tuhan, ‘TUHAN TIDAK AkAN MEMBIARKAN DIRINYA DIPERMAINKAN”, betul? Klo mereka salah, Tuhan yang akan menjatuhkan mereka, bahkan menghukum mereka, betul?

Ada kisah nyata, seorang pendeta yang sangat terkenal, ‘S’ menghakimi rekan sepelayanannya yang juga terkenal ‘P’ karena pelayanannya, dengan mengatakan ‘P’ sesat dsb, lalu ‘S’ tiba – tiba kena stroke, sampai akhirnya beliau dengan rendah hati dihadapan Tuhan mengaku salah terhadap ‘P’, lalu puji Tuhan strokenya sembuh! Nah, hati – hati temen – temen, “TUHAN JUGA TIDAK AKAN MEMBIARKAN HAMBANYA DIPERMALUKAN,” ingat itu.

Saya lupa ayatnya, pokoknya intinya jangan menghakimi jika tidak mau dihakimi, ukuran yang kita pakai untuk menghakimi akan dipakai pula untuk menghakimi kita. Biar Tuhan yang menghakimi, betul?

“Ok, saya tidakmenghakimi deh mike, tapi tetep saya tidak bisa terima ajaran pak ini, atau pak itu,” mungkin akan ada yang berpendapat demikian. Ok, saya sudah bilang bahwa tidak ada pemaksaan, semua bebas berkeyakinan ‘dengan tanggung jawab masing – masing’ kepada Tuhan. Klo memang gk bisa terima, yo wes, jangan menghakimi, saling menghina atau mengejek, apalagi dengan ungkapan kasar, kurang sopan, bahkan berkesan menghina. Sering kali saya melihat postingan temen – temen yang mungkin tidak sependapat dengan pendeta tertentu mengeluarkan postingan yang berkesan menghakimi. Menghakimi bagaimana? Coba, jika saya bilang “Si A pencuri”, berarti saya sudah menghakimi si A, betul? Jika memang kurang atau tidak sependapat, cobalah terima dengan toleransi, terima dalam arti biarkan orang lain dengan kepercayaannya, dan kita dengan kepercayaan kita tanpa saling ‘lempar batu’. Jika ingin komunikasi, sampaikan ketidaksetujuan dengan baik, bahasa yang sopan, apalagi kita saudara seiman, terutama saya yakin teman – teman juga orang berpendidikan. Jangan sampai jika maksud awal kita menjadi berkat dengan tujuan mencari kebenaran, eh karena penyampaian dan cara yang kurang baik, bukannya jadi berkat malah jadi batu sandungan.

Sedikit menyimpang, opini saya pribadi, seringkali orang asal cuap, bahkan sengaja dengan hal – hal yang  kontroversional demi kepentingan pribadi, salah satunya meningkatkan popularitas dan rating homepages atau blognya. Bloger sering di-cap sebagai kaum yang tidak bertanggung jawab karena adanya orang – orang semacam ini. Di dunia maya, mereka hanya sebagai bayangan, tanpa menunjukan identitasnya, toh ditunjukin pun orang bisa berbuat apa? Jaman globalisasi, kebebasan berkomunikasi, dan berbagi informasi tetapi salah guna.

Sekali lagi saya mengmbil contoh temen – temen dari DUNIA ROH MINISTRY, karena mereka sometimes sharing ke saya. Mereka berusaha menanggapi cercaan dengan kepala dingin, merendah, tetapi sering serba salah. Email dijawab salah, karena pasti berkutat kepada debat kusir yang tak berujung, bahkan berakhir dengan dimaki, tidak dijawabpun salah, dianggap membisu, tidak sopan dsb. Klo saya melihatnya pihak yang ‘tidak setuju’ bukan bermaksud untuk menyatukan pendapat secara baik-baik, tetapi sengaja ingin memanaskan suasana, atau justru propaganda.

Sebenarnya simple, klo memang beritikad baik, coba lah komunikasi dengan baik – baik. Misal, jika tidak setuju dengan pak Daud, coba ketika pak Daud ada jadwal pelayanan ke kota yang kebetulan dekat, datang dan bertanya langsung. Atau jika gk percaya, boleh saja ditantang. Sama halnya dengan pak Gilbert dan palayan yang lain.

Saya ingat kisah lalu pak Daud, ketika dulu beliau juga masi dukun, dan ingin nantangin Tuhannya pak Gilbert sealigus Tuhan kita semua, Yesus. Daud datang langsung ke pak GL di kebaktian, adu ilmu, dan DT kalah, bukan dari GL, tapi dari JESUS! Nah, bisa dicontoh klo mo nantang, hihihi…

Nah, itu yang bisa saya share, mungkin akan ada yang setuju, atau yang tidak setuju, its ok, asal bisa disampaikan dengan benar.^^

Saya hanya berharap gk ada perpecahan, saling hina, caci maki, ejek mengejek diantara saudara seiman. Malukan dengan saudara dari kepercayaan lain. Bukan jadi berkat, malah batu sandungan.

Buat temen – temen yang bergelut dalam pelayanannya, keep on fire with the holy spirit. Jangan nyerah, semua memang gk mudah.

Tuhan berkati !!!!!

Hm…, ini adalah tulisan dari salah satu jemaat yang hadir ketika kebaktian dengan kotbah yang dipimpin pak Daud Tony, sekaligus ringkasan buku DT berikutnya yang akan cetak. Semoga bisa menjadi berkat buat semua.

Jesus Bless!

TENAGA DALAM DARI SETAN

( ditulis dari kotbah Ev. Daud Tony, mantan dukun sakti murid Atmo Gejek, yang bisa berjalan diatas air dan berpindah kota hanya dalam hitungan beberapa detik. Tapi sekarang sudah bertobat, dipakai melayani Tuhan luar biasa )

Suka cita sekali mengikuti ibadah di Glow Fellow Ship, Gembala Sidangnya Pak Gilbert Lumoindong. Seperti biasa saya datang untuk mendengar kotbahnya, tapi pada hari itu entah kenapa beliau digantikan Ev. Daud Tony. Hehehe… Dalam hati puji Tuhan. Saya belum pernah mendengar kotbah langsung yang dibawakan Daud Tony. Mimpi apa hari itu ketemu Daud Tony. Yang buat saya terperanjat, kok gendut, bukannya Daud Tony kecil kurus, seperti yang tertulis dibuku-bukunya.

#Gerakan reflek bukan tenaga dalam kata Daud Tony. Orang bisa mengangkat lemari es, meloncati tembok 1.5 meter, bukan karena tenaga dalamnya hebat, tapi itu gerakan reflek. Terjadi karena semua kekuatan fisik bertumpu pada satu titik.

Pernyataan Daud Tony ini didukung oleh Prof Yohanes Surya dalam buku MESTAKUNG. Ketika manusia berada dalam kondisi kritis, terjadilah proses pengaturan diri.

# Bagaimana tenaga dalam bisa tercipta? Ketika kita meditasi, mengosongkan pikiran, mengatur pernafasan, O2 dihirup ditekan sampai pusar, setelah itu setan yang disebut cahaya kegelapan akan memutarkan dipusar dengan kecepatan cahaya jadilah tenaga dalam, yang bisa menimbulkan kekuatan energi melebihi kekuatan fisik. Sehingga batu dalam jarak 50km bisa pecah, ini ulah Lucifer cs.

# Tenaga dalam ada yang memakai mantera dan tidak memakai mantera

# Orang yang mempelajari tenaga dalam akan mengalami kepribadian ganda disebut Pecah Jiwa, Transfer of Spirit. Dijelaskan efeknya kalau orang tersebut tidak kuat, akan mengalami gila, berkelakuan aneh, suka menyendiri, ngomong sendiri.

# Setan tidak bisa menyembuhkan. Bagi saudara-saudara yang melakukan pengobatan dengan tenaga dalam, ke pengobatan alternatif seperti kedukun. Kelihatannya penyakitnya sembuh, sebenarnya tidak sembuh. Ini hanya tipuan ala Lucifer.

Setan tidak mau terang-terangan nih gue jahat. Tapi akal-akalnya setan, pura-pura menyembuhkan. Karena 5-10 tahun lagi penyakit tersebut akan kumat dan langsung stadium 5, game over.

# Cara Pelepasannya : Didalam Nama Yesus, aku tolak, aku patahkan segala kuasa gelap, mantera-mantera, roh-roh jahat didalam tubuhku, Didalam Nama Yesus aku hancurkan semua. Darah Yesus sucikan tubuh jiwa dan rohku.

Dan selanjutnya jangan latihan tenaga dalam lagi.

Jadi setelah pelepasan, jangan diulangi lagi. Tenaga Dalam itu berasal dari Setan! Hati-hati tipuan ala Lucifer.

Civil UPH yang mendapatkan UPH Awards, mungkin gak sih?? Jurusan Civil yang mahasiswanya konon sangat kecil dengan ‘jumlah total seluruh angkatan ‘ tidak mencapai 75 orang, apa mungkin memenangkan UPH Awards? Ya, itulah yang terjadi di UPH Awards 2008! Civil UPH memenangkan dua penghargaan UPH Awards 2008, yaitu “BEST HMJ/SMF OF THE YEAR” dan “OUTSTANDING EVENT OF THE YEAR”!

UPH Award merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan Universitas terhadap setiap insan yang mendedikasikan dirinya untuk mencapai prestasi tertentu yang layak mendapat penghargaan. Ini adalah sebuah ‘impian’ bagi setiap organisasi dan individu di UPH untuk meraihnya.  Hampir tidak pernah terpikir kami bisa melihat dua piala UPH Awards 2008 berada di lemari Jurusan Teknik Sipil UPH. Selama ini, UPH Awards hanya angan – angan belaka. Bagaimana tidak, dari segi kuantitas jumlah Civil UPH bisa terbilang minoritas, belum lagi jadwal kuliah yang padat… but, ‘we made it!’.

“Outstanding Event Of The Year” diberikan kepada acara Civil Engineering Week. Penerimaan penghargaan ini diwakilkan oleh Joey Tirtawijaya sebagai ketua CEW 2008. Sekedar refresh ulang, CEW ini merupakan sebuah event dimana secara satu minggu full UPH adalah miliknya Civil. Dari Senin – Jumat 18-22 Febuary 2008, HMJ Civil UPH mengadakan acara berupa Earthquake Resistance Bridge Competition, Board Games Competition,  Workshop SAP2000, Workshop AutoCAD, Workshop Adobe Photoshop, National Conference, Exhibition dan Bazaar. Acara sedemikian banyak diorganisir oleh kepanitian HMJ, dengan total panitia aktif 14 orang, dan 15 tim kerja. Sekedar bocoran kenapa CEW ini bisa ada, adalah karena diinspirasi oleh design week yang diadakan pada tahun 2007 oleh temen – temen dari Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan (FDTP). Sipil juga termasuk dalam fakultas FDTP, akan tetapi karena minoritas, saat itu sipil tidak diikutsertakan dalam design week. Atas inspirasi iniliah semua temen – temen sipil membulatkan tekad untuk menyelengarakan CEW. (Hm… no hard feeling ya!  ^^ )

HMJ Sipil UPH menerima penghargaan sebagai “Best HMJ/SMF OF THE YEAR”. HMJ Sipil UPH selama periode 2007 – 2008 ini mengadakan banyak event baik internal maupul eksternal. Eventnya tentu bisa dilihat di web ini Penerimaan penghargaan ini diwakilkan oleh Hendrik Wijaya selaku ketua HMJ  periode 2007 -2008. Nominator best student leader of the year tidak dapat berkata – kata banyak. Saat itu euforia dari semua temen – temen sipil hampir meledak. Rasa senang, bahagia bercampur haru menjadi satu. Hendrik yang lebih dikenal sebagai Bem – Bem sempat terdiam sejenak, dan satu testimoninya  “kuantitas tidak menentukan kualitas”.

HMJ Civil UPH berhasil membuktikan bahwa minoritas dalam jumlah tidak berarti minoritas dalam prestasi. Tidak ada yang tidak bisa diraih dengan tekad. Yang perlu dilakukan hanya sedikit lebih bekerja keras. Satu impian kami ke depan, bahwa event ini bisa memberikan inspirasi bagi teman – teman semua, tidak hanya teman – teman dan adik kelas di Civil UPH, tidak hanya bagi teman – teman teknik sipil, tetapi inspirasi untuk semuanya.

Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

” Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

From :”kRISTIANA Trifena” <veve_0612@yahoo.com>

Alkisah di sebuah kota tinggallah seorang yang super kaya dan seorang

yang sangat miskin. Orang kaya ini suatu saat sedang berada dalam salah

satu dari 10 limousinenya, sepulangnya dari mendengarkan kotbah tentang

mengasihi sesama manusia. Ia melihat ada seseorang miskin yang sedang

makan rumput di taman kota. Ia meminta supirnya untuk berhenti, dan

segera ia berlari menemui orang tersebut, dan bertanya,”Mengapa engkau

makan rumput?”

“Karena saya sangat miskin, Tuan. Saya tidak sanggup membeli

makanan,”jawabnya.

“Kasihan sekali engkau, mari masuk ke mobilku, ikut ke rumahku,” ajakan

si kaya.

“Tapi saya memiliki seorang istri & 3 orang anak yang tidak bisa saya

tinggal,” jawab si orang miskin. Orang kaya tersebut memperbolehkan si

orang miskin mengajak seluruh keluarganya.

Di dalam perjalanan, orang miskin tersebut berkata,”Terima kasih Tuan

telah begitu baik bagi kami.”

Orang kaya itu menyahut,”Oh tidak masalah, saya yakin kalian akan senang

sekali di rumahku nanti, karena rumput di halaman belakangku tinggi dan

lebat sekali … lebih banyak daripada di taman kota.”

Pernahkan kita menjadi seperti “orang kaya” ini?atau kah sering?

Kawan mungkin kita tidak memiliki limousine seperti cerita diatas. Atau mungkin kita tidak memiliki rumah yang megah, mobil, atau bahkan motor. Mungkin kita hanya orang biasa saja.

Tapi seberapa seringkah orang biasa ini memberi kepada mereka yang ada di bawah kita?

atau kita malah ingin diberi oleh orang yang ada di atas kita? ato kah kita hanya tutup mata melihat kesusahan saudara kita dan menganggap bahwa kita lebih susah?

” berbahagialah kamu yang murah hati karena kamu akan memperoleh kemurahan”

From : “kRISTIANA Trifena” <veve_0612@yahoo.com>

Segenggam pasir jika terlalu rapat digenggam, ia akan
habis karena justru kan keluar lewat celah-celah jari
kita.
Sebuah telur akan pecah jika kita memegangnya terlalu
erat,
Tidak salah kita menyayangi seseorang, tetapi bagaimana
kah cara kita menyayanginya?. Kita hanya takut memikirkan
takut kehilangan dia suatu saat, tapi kita tidak
memikirkan kebahagiaan sejati untuknya dan juga untuk diri
kita sendiri,
Satu hal yang kita lupakan, lebih takutlah jika kita
kehilangan wujud kasih itu sendiri, yaitu pribadi yang
mengijinkan kita untuk mengasihi seseorang yaitu Tuhan
Yesus Kristus,
Jangan takut sekarang untuk melalui semuanya, karena DIA
akan memberikan yang lebih baik.

From : "watin wahyuningsih" <wtn_purple@plasa.com> 

Disebuah toko kayu ada sekelompok pekerja yang sedang bekerja memotong kayu. mereka begitu berkonsentrasi pada pekerjaan mereka hingga mereka di kejutkan oleh treiakan dari salah seorang kawan sekerja mereka.

ternyata kawan mereka itu kehilangan jam tangannya. karena terlalu asyik bekerja ia tidak menyadari jamnya itu jatuh dan akhirnya hilang. dia begitu sedih karena jam itu adalah hadiah dari ayahnya yang begitu berharga.
karena kasihan maka teman temannya membantu mencarinya.  Tapi sayang, mereka tidak dapat menemukannya. mereka kelelahan dan memutuskan untuk berhenti mencari dan beristirahat..
Di kejauhan ada seorang anak kecil yang memperhatikan kelompok penebang pohon ini. ketika para pekerja ini beristirahat, ia mendekati tempat pekerja ini bekerja.
Ia berdiri,berjongkok lalu berjalan pelan-pelan dalam diam. Begitu terus dilakukan hingga akhirnya ia berjongkok agak lama pada sebuah tumpukan kayu. para pekerja yang melihatnya merasa bingung tapi tak ada satu pun dari mereka yang bersuara.
Hingga akhirnya si anak ini datang pada pekerja yang kehilangan jam tangannya.
Dia datang sambil membawa sebuah jam tangan.
“maaf pak apa jam ini yang bapak cari?” kata anak itu
pekerja itu tampak terkejut sekaligus senang
” be..betul nak” katanya seraya mengambil jam itu
“tapi, bagaiman kamu bisa menemukannya?”
“kami yang jumlahnya banyak bahkan tidak bisa menemukannya?”
pekerja itu bertanya heran.
si anak itu tersenyum lalu berkata
” yang aku lakukan hanya diam sebentar maka, akan kedengaran tik…tik…tik nah dari situ aku tau dimana jam ini”
Kadang dalam menghadapi masalah kita selalu ingin buru-buru menyelesaikannya. Kita berusaha mengerahkan seluruh kemampuan manusia kita. Bahkan ada yang karena terburu-burunya hingga lupa bahwa ia tidak melibatkan Tuhan dalam usahanya.
Pada akhirnya kita menyerah karena frustasi dan kelelahan hingga menyalahkan Tuhan atas semua ini.
Padahal teman,yang seharusnya kita lakukan sebelum bertindak adalah diam sebentar, bawa di kaki Tuhan,renungkan lalu dengarkan “tik…tik…tik” maka kita akan temukan “Jam tangan” kita.
from :”Kristina Trifena” <veve_0612@yahoo.com>

Berkat.. bicara soal berkat, apa itu berkat? berkat adalah lawan kutuk. Apa itu kutuk? ya, tidak diberkati, muter – muter, pucink de… Intinya kita semua sudah tau, berkat itu pemberian Tuhan, baik materi maupun materi kepada kita, anak – anakNya. Saya rada binun mengungkapkan soal berkat ini. Berkat ini konteksnya agak ’specific’. Maka untuk itu, konteks berkat ini saya batasi kepada pandangan kristiani, hanya bagi teman – teman yang percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Sisanya? Out! ndaklah.. yang lain silahkan mo baca, tapi jangan berisik. (hehehe..).

Kita semua mo berkat, amin? Siapa yang ndak mo, semua pasti mao. Klo mo diberkati, maka cocoklah teman – teman membaca tulisan ini dari awal sampe habis. Kriteria pertama terpenuhi. Pertanyaan kedua, siapa yang merasa sudah diberkati, dan siapa yang belum? Hm, saya tau, pasti rada binun dan ragu – ragu jawabnya, soalnya bicara sudah diberkati atao belom itu relatif sifatnya. Misal ada si A yang punya mobil, tp keinginan yang lain belum terpenuhi, rasanya belum diberkati walau punya mobil. Si B pengen banget punya mobil, uda dapet mobil biarpun gak bagus, gak baru, butu malah, tapi rasanya uda diberkati. Beda si C, gak punya harta, gak pingin apa – apa, tapi sudah merasa diberkati, kenapa? Karena si C punya keluarga yang bahagia, diberi kesehatan.

Jadi bicara diberkati atao gak relatif, betul? Tapi buat pakar math ga perlu keluarin teori relitivitas segala. Semua rumusan teori uda ada di BIBLE. Apa yang dapat disimpulkan dari example di atas? 1. Berkat itu berhubungan dengan keinginan, dan kepuasan. 2. berkat berhubungan dengan bersyukur. 3. Berkat terdiri dari berkat materi dan non-materi. Adalagi yang kelewat? klo ada kasi taaw ya. (more…)

Sekarang zaman dah berkembang pesat sekali. Dimana – mana dikomputerisasi, dari masalah kantor hingga toko traditional pembukuan mulai pake computer. Dari urusan kerjaan, pabrik – pabrik pake computer. Sampe ke rumah, buka gerbang otomatis, tinggal pake suara “buka”, langsung kebuka. Mo idupin lampu? Tinggal tepok tangan, blez, idup d tu lampu. Urusan masak, kompor pake teknologi computer. Hingga kamar mandi pun ada teknologi komputernya, ‘pup’ yg bersihin robot computer (upssss! couly).

Ilmu pengetahuan dan teknologi terussssssss berkembang. Efeknya apa? Manusia jadi lebih percaya sama IPTEK dibanding apapun. Manusia hanya percaya pada dirinya sendiri. Liat aja, zaman sekarang semua harus serba item di atas putih (bakpao isi kacang item kaleeeee). Manusia gk percaya lagi sama sesamanya, apalagi ama Tuhan!

Ada yang bilang ( mungkin banyak ) mukjizat itu gak ada. Adalagi pendapat yang bilang mukjizat itu hanya kebetulan. Yang lain berpendapat mukjizat itu IPTEK yang belum terungkap, ketika terungkap, jadilah penemuan IPTEK baru, misal penemuan lampu, dulu benda yg bersinar dianggap mukjizat, lalu sekarang dah ada lampu dimana – mana, gitu.

Masalah kepercayaan, hal – hal seperti ini sering menjadi perdebatan yang akhirnya gk berujung, gk ketemu titik temu dan nilai kebenarannya. Maka sebelum itu, saya ingin katakan, posting ini hanya untuk teman – teman yang ingin membuka pikiran dan mengetahui kebenaran, buat sharing pegalaman, ini bukan lahan debat.

Balik ke topic, percaya ato tidak, sama apa? Sama Tuhan dunk. Dengan berkembangnya IPTEK, nilai “iman” menjadi semakin tipissssssssss… Tapi saya percaya, sebagian besar teman – teman yang dikasihi Tuhan, we are living by faith not by sight, right?

Ada sebuah pendapat begini, mukjizat adalah “alat promosi” gereja, Cuma sebagai sarana agar gereja ramai, terus uang persembahan meningkat. Pendapat itu benar ato salah? Saya katakan di sini, dalam arti positif pendapat itu benar! Mukjizat yang terjadi di gereja adalah bukti, kesaksian, bahwa gereja tersebut adalah gereja yang ‘bertumbuh dan diberkati’, betul? Ada mukjizat, ada promosi, gereja ramai, banyak yang betobat! Haleluya! Terus dapet duit? Hahaha.. itu efek sampingnya, umat yang merasa diberkati karena pertobatan, mengucap syukur, kasi persembahan, kasi pesepuluhan, buat pembangunan dan pelayan gereja. Gereja buka cabang, adain acara, pelayanan ke sana ke sini, buka komsel, semakin banyak yang bertobat, haleluyah lagi! Semua zaman sekarang ini butuh duit, betul? Kata Pastor Joseph Prince, “ Berkat materi adalah kunci penting dalam kebangunan rohani!” Kenapa? Kembali lagi, orang zaman sekarang ingin bukti dulu, baru percaya, Mereka ingin lebih dulu melihat dan kemudian mereka akan berkata, “Allah sungguh baik.” (more…)

  from:Nicko Albertto

Pada 28 februari 2008 di dekat uph, ada dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue, saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Kak!”.

lalu mereka pun berjalan lagi , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh
keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
(more…)

“Semua itu baik,” setuju gak? Mungkin sebagian besar akan bilang setuju, tetapi ada juga yang enggak. Kontroversi dan beda pendapat adalah hal biasa dalam kehidupan. Perbedaan menyebabkan hidup lebih menarik untuk di jalani, betul? Coba bayangin klo semua orang di dunia ini memiliki hanya satu agama, sat pendapat, satu pikiran, wa… hidup ne kayak robot, ga asik. Dengan adanya perbedaan maka kit dapat saling mengisi dan melengkap, betul?

Udah, menyimapng tu dari judul. Kembali ke smua itu baik, setuju ga setuju, harus terima. Mungkin ada yang protes, ah, gak smua baik, hidup saya malang. Keluarga berantakan, studi ngawur, ekonomi gak beres, jodoh gak jelas, masa depan suram, gimana saya mo bilang semua itu baik?? Loh loh loh…stop dulu, klo sampe separah itu, ada kutuk pak, silahkan hubungi pelayanan pelepasan di gereja terdekat. Wah, menyimpang dari topik lagi. (more…)

 

Apa itu Civil Engineering Week? Civil Engineering Week atau CEW adalah salah satu event yang akan diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan ( HMTS-UPH ). (more…)

Next Page »